Berita Palembang

Bermodalkan Motor BeAt, Pria Ini Jadi Jambret Begal Hingga Bajing Loncat, Ada 50 Laporan Polisi

Ada 50 Laporan Polisi terkait kejahatan jalanan yang melibatkan pria asal Kertapati ini. Mulai dari jambret, begal, hingga bajing loncat.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/andyka wijaya
Tersangka (baju oranye) yang diduga sudah 50 kali terliat kejahatanj jalanan di Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Diduga keranjingan judi online, pria berusia 19 tahun ini melakukan beragam cara untuk mendapatkan uang.

Sayangnya, apa yang ia lakukan sudah merugikan banyak orang, bukan saja harta tetapi nyawa.

Kini, sepak terjang pelaku spesialis kejahatan jalanan di Kota Pempek itu berhasil dihentikan anggota reskrim di Polsek Kertapati.

Baca juga: Di Masa Pandemi Ratusan Istri di Linggau, Mura & Muratara Gugat Cerai Suami ke Pengadilan Agama

Dihadirkan dalam gelar perkara Senin (4/1/2020), polisi memiliki 50 surat laporan polisi yang diduga berkaitan dengan pria yang tinggal di kawasan Kecamatan Kertapati tersebut.

Hampir dari seluruh laporan polisi itu dikategorikan sebagai kejahatan jalanan, seperti jambret, begal, hingga bajing loncat.

Dalam setiap melancarkan aksinya, tersangkayang beraksi tidak seorang diri ini terbilang sadis karena tidak segan untuk melukai para korban apabila melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam yang dibawa tersangka.

Tersangka melakukan jambret puluhan kali dengan mengendarai motor Honda Beat warna Merah nopol BG 2817 ABK.

Sasarannya, yakni korban yang mengendarai motor, menodong pengendara pickap dengan mengancam menggunakan sajam dan meminta Handphone, uang sopir, hingga mengambil barang di atas mobil truk (bajing loncat).

"Sudah puluhan kali pak, kami selalu bertiga melakukan aksi. Dengan mengendarai motor saya, barang hasil curian di jual dan uangnya di bagi 3 dengan teman Aris, candra (DPO)," kata tersangka.

Baca juga: Curhat Seorang Nakes di Prabumulih Jika Nanti Divaksin: Takut tapi Siapa Lagi yang Akan Jadi Contoh

Lanjutnya, tugas dan peran sendiri sebagai pilot atau pengemudi kendaraan.

"Saya yang mengendarai motor dan teman yang merampas barang, uang bagian saya gunakan untuk bermain judi online dan membeli rokok pak," kata tersangka.

Tersangka juga mengaku, selain menjambret juga melakukan aksi penodong.

"Pernah pak nodong, modusnya menabrak korban lalu saat korban berhenti langsung meminta barang berharga.

Teman langsung mengancam dengan badik dan pisau, sehingga korban menyerahkan barangnya," kata tersangka.

Baca juga: Video Harga Kedelai Naik, Harga Tempe Di Pasar Sako Pun Naik

Kapolsek Kertapati, AKP Irwan Sidik, didampingi Kanit Reskrim, Iptu Heryanto, membenarkan sudah mengamankan pelaku 365 KUHP dengan barang bukti sepeda motor milik pelaku, senjata tajam jenis pisau, dan 2 unit kotak handphone yang sudah di jual pelaku.

"Tercatat kurang lebih 50 kali melakukan aksi pencurian dengan kekerasan di wilayah hukum kita, tepatnya daerah Keramasan dan Pal 7.

Selain sebagai pelaku jambret, pelaku ini juga sudah melakukan aksi begal, dan bajing loncat di kawasan kertapati," kata Irwan.

Untuk modus, pelaku menggunakan sepeda motor kemudian memepet korban.

Baca juga: Doa Setelah Solat Lima Waktu, Solat Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib, Isya Bacaan Latin dan Arab

"Kendaraan pelaku sudah di modifikasi sehingga bisa melaju kencang saat kabur, pelaku yang diamankan sebagai joki atau pengemudi, sementara pelaku eksekutor masih dalam pengejaran," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved