Guru Besar UIN RF Dr M Sirozi: Tidak Darurat Lagi, Sistem Belajar Daring Tahun 2021 Harus Terencana
"Pemerintah daerah harus memberikan perhatian khusus bagi belajar daring, memastikan bahwa tahun depan pelaksanaan belajar daring lebih baik," katanya
Penulis: maya citra rosa | Editor: aminuddin
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sepanjang bulan Maret hingga Desember 2020, sistem kegiatan belajar mengajar dihadapkan dengan beragam persoalan akibat pandemi Covid-19.
Sekolah yang menerapkan sistem belajar daring menuai banyak permasalahan, seperti sulitnya akses internet di wilayah tertentu, tingginya pemakaian kuota internet, ketersediaan fasilitas handphone atau laptop, dan metode belajar daring yang belum memadai.
Hal tersebut membuat banyak pengamat menilai kualitas pendidikan di Indonesia merosot pada Tahun 2020.
Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang dan Anggota Dewan Pendidikan Sumsel, Prof Drs H M Sirozi MA PhD mengatakan bahwa penerapan belajar daring yang berlangsung selama 2020 adalah kondisi darurat dan tidak terencana.
"Saya kira kalau ada kurang efektif menurut saya wajar saja, bisa diprediksi belajar daring tahun ini tidak dipersiapkan dengan baik," ujarnya.
Namun bukan berarti tahun 2021 penerapan sistem belajar daring tetap sama seperti tahun sebelumnya.
Hal ini karena tahun depan, kondisi sudah tidak dapat dikategorikan darurat lagi, sehingga tantangan nantinya harus ada pembenahan dalam dunia pendidikan.
"Kalau tahun ini belajar daring serba darurat dan tidak terencana, tahun depan kondisinya tidak darurat lagi, sehingga perlu perencanaan dan pembenahan sungguh-sungguh," ujarnya dalam Live Talk bersama Sripoku TV, Senin (28/12/2020).
Baca juga: Pemkot Palembang Launching Wifi Gratis untuk Belajar Daring, Radius Sampai 200 Meter
Baca juga: Hai Moms! ini Nasehat dari Kak Seto Mulyadi Agar Anak tidak Stres Ketika Belajar Daring dari Rumah
Menurutnya, pandemi ini memaksakan belajar daring menjadi metode baru yang akan berkembang dan pastinya akan terus digunakan.
Oleh karena itu, perlu perhatian khusus baik dari pemerintah, sekolah dan orang tua untuk berkontribusi dalam belajar daring ini.
Prof Sirozi memaparkan dua hal yang paling penting untuk dibenahi dalam pembelajaran daring yaitu pertama, modul belajar daring secara khusus.
Hal ini karena standar ketercapaian ketuntasan belajar luring selama ini dipaksakan untuk daring, sehingga munculnya kesulitan karena perbedaan metode.
Hal ini kedepannya modul belajar daring harus dibuat secara khusus agar siswa senang saat belajar daring.
"Penyusunan modul pembelajaran daring satu bidang harus diperhatikan dengan betul perlu keseriusan agar anak tertarik dan fun saat belajar," ujarnya.
Kedua, aplikasi belajar daring yang harus sama seluruh Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/rektor-uin-raden-fatah-palembang-prof-dr-hm-sirozi-ma-phd_20170327_145634.jpg)