Semakin Heboh Lahan Ponpes Markaz Syariah Diributin, Jutaan Hektar Perkaya Taipan Dibiarkan

Kehebohan terkait masalah lahan yang dikuasai Ponpes Agroakultural Markaz Syariah pimpinan Habib Rizieq Shihab menimbulkan reaksi besar masyarakat

Editor: Salman Rasyidin
Twitter Nicho Silalahi
Aktivis Pro Demokrasi Nicho Silalahi bersama para pengurus ProDem 

SRIPOKU.COM—Kehebohan terkait masalah lahan yang dikuasai Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah pimpinan Habib Rizieq Shihab menimbulkan reaksi besar masyarakat.

Pasalnya, lahan seluas 30 ha di kawasan  puncak yang digunakan untuk sarana pendidikan dan ibadah dipersoalkan, sementara untuk memperkaya taipan sawit yang juga disubsidi pemerintah dibiarkan.

Hal itu terungkap seperti saduran WARTAKOTALIVE.COM yang menyebutkan aktivis dari Pro Demokrasi (ProDem), Nicho Silalahi menyoroti soal permintaan pengosongan lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII kepada seluruh okupan di wilayah Perkebunan Gunung Mas, Puncak Bogor dan kepada Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah.

Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah diketahui merupakan milik Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Pernyataan dari Nicho awalnya menanggapi cuitan dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD yang membahas masalah pengusahaan tanah hak guna usaha (HGU) di Indonesia oleh pengusaha.

Mahfud MD mengaku baru mendapat kiriman daftar grup yang menguasai tanah HGU hingga ratusan ribu hektare.

"Sy dpt kiriman daftar group penguasa tanah HGU yg setiap group menguasai smpai ratusan ribu hektar.Ini gila. Penguasaan itu diperoleh dari pemerintahan dari waktu ke waktu, bukan baru," kicau Mahfud.

"Ini adalah limbah masa lalu yang rumit penyelesaiannya karena di-cover dengan hukum formal. Tapi kita harus bisa," imbuhnya.

Cuitan dari Mahfud mendapatkan banyak respon dari warganet.

Warganet heran Mahfud MD terkejut dengan fakta pengusaan lahan oleh pihak swasta, padahal hal tersebut sudah lama terjadi.

Bahkan, ketika debat Presiden beberapa waktu lalu, isu tersebut memanas.

"Gimana dengan 6674 kasus Agraria yang telah dimeja presiden itu, pak ? Buat apa dulu dibentuk Tim Khusus itu pak kalau laporan mereka ga dieksekusi ? Oh ya pak Presiden masih orang yang sama ya saat berikan Subsidi Triliunan bagi perusahaan sawit?" tulis Nico membahas cuitan itu, dilihat Warta Kota pada Sabtu (26/12/2020).

Nicho kemudian menyinggung sikap pemerintah yang pernah memberikan subsudi triliunan rupiah kepada para pengusaha besar penguasa lahan beberapa tahun lalu.

Ia membandingkan dengan sikap pemerintah kepada para konglomerat dengan lahan di Megamendung yang luasnya jauh lebih kecil.

Seluas 30 Ha buat tempat ibadah dan kegiatan sosial kalian ributin, tapi yang Luasnya Jutaan Ha untuk memperkaya Taipan kalian subsidi," tulisnya.

Sumber:
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved