Covid 19

Bertambah 7.259 Kasus Baru, Rumah Sakit Mulai Krisis Perawat Pasien Covid-19

Musim libur akhir tahun 2020 diperkirakan kasus baru positif Covid-19 diperkirakan melonjak, sementara rumah sakit mulai kekurangan tenaga perawat.

Editor: Sutrisman Dinah
kompas.com
Foto ilustrasi virus corona 

SRIPOKU.COM --- Momentum libur panjang (long weekend) saat pandemi corona, menjadi momok baru bagi masyarakat Indonesia. Diperkirakan, setelah libur panjang kasus baru corona atau Covid-19 pasti melonjak drastis.

Ketika terjadi lonjakan kasus itu, rumah sakit dan tenaga medis menjadi kelimpungan. Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, yang menjadi kendala saat terjadi lonjakan kasus corona itu adalah jumlah perawat.

Dari segi jumlah ruangan perawatan pasien Covid-19 dan dokter di kebanyakan rumah sakit, dinilai masih cukup. Pihak rumah sakit masih bisa menambah kapasitas hingga 100 tempat tidur.

Baca juga: Natal Momentum Saling Jaga di Tengah Pandemi Covid-19

Baca juga: Vaksin Covid-19 Sudah Ditemukan dan Mulai Beredar, Masyarakat Tidak Perlu Khawatir Efek Vaksinisasi

”Di rumah sakit tempatnya ada, tinggal kita tambah. Ada potensi bisa tambah 100 bed tambahan. Yang masalah bukan ruang, tapi perawat,” kata Budi melalui konferensi video ketika mengunjungi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Jumat (25/12/2020).

”Ruangan bisa tambah sampai 100, tapi kita butuh perawat. Dan dengan menambah bed di RS existing, teknisnya jadi lebih mudah,” katanya.

Budi mengatakan, Kementerian Kesehatan terus berupaya menambah jumlah perawat untuk mengiringi penambahan kapasitas rumah sakit. 

”Tadi saya sudah bicara dengan Pak Wamen (wakil menteri kesehatan) yang benar-benar dokter, bagaimana kita bisa segera mengalokasikan tambahan perawat. Karena jumlah dokternya cukup, alat kesehatannya cukup, bed cukup, ruangannya ada, tapi kita butuh perawat,” kata Budi.

Sementara itu Wamenkes dr Dante Saksono mengatakan, sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait kebutuhan perawat ini.

Baca juga: Dunia Mulai Program Vaksinisasi Massal, Berikut Vaksin Covid-19 Pilihan 7 Negara Ini

Dante mengaku sudah berkoordinasi dengan direktur RSCM agar menutup kebutuhan perawat dengan relawan. Ia pun berharap pendekatan serupa bisa dilakukan oleh rumah sakit lain bersamaan dengan peningkatan kapasitas ruangan dan tempat tidur.

”Jadi mengenai kebutuhan perawat yang dihubungkan dengan organisasi profesi tadi kita sudah melakukan koordinasi dengan salah satu direktur RSCM di sini. Bahwa kita membentuk model model seperti relawan perawat," ungkap Dante.

"Bila menggunakkan model model relawan perawat tersebut maka akan kelihatan bahwa kebutuhannya makin akan cepat terpenuhi. Dari masalah teknis yang kita hadapi, yang terpenting adalah jumlah perawatnya," ujarnya.

Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah mulai mempersiapkan pendirian RS darurat untuk mengantisipasi peningkatan pasien corona.

Juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, pada sejumlah daerah keterisian rumah sakit sudah mencapai 80 persen. Ia menekankan pemerintah daerah perlu bersiap dan melakukan langkah strategis untuk menanggulangi ini.

"Saya tekankan, jumlah kasus aktif yang sudah menembus lebih dari 100 ribu ini harus menjadi alarm bagi kita semua. Para pemimpin di daerah segera evaluasi penanganan covid-19 di fasilitas kesehatan," tuturnya, Selasa (22/12).

Dalam jumpa pers itu Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa pandemi Covid-19 merupakan masalah yang sangat besar. Sehingga diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menanganinya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved