Breaking News:

Berita Prabumulih

Pelajar & Guru tak Dipaksakan Swab Jika 2021 Prabumulih Gelar Sekolah Tatap Muka

Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM, menegaskan kota Prabumulih tidak akan melakukan swab test terhadap para pelajar dan guru.

Editor: Refly Permana
ho/sripoku.com
Walikota Prabumulih H Ridho Yahya 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM, menegaskan kota Prabumulih tidak akan melakukan swab test terhadap para pelajar dan guru lantaran sekolah tatap muka dipersilakan bagi pelajar yang mendapat izin orangtua.

Pernyataan itu diungkapkan orang nomor satu di Prabumulih tersebut menanggapi pernyataaan Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriawan, yang meminta pemerintah menanggung swab bagi murid dan guru agar Virus Corona tidak menyebar masif ketika sekolah tatap muka dibuka.

"Kita tidak akan melakukan swab test  itu, makanya kita terapkan orangtua siswa dulu yang sekolah agar mereka percaya anaknya sekolah.

Namun kita tidak memaksakan, kalau kata wali murid tidak bagus protokol kesehatannya maka kita perbaiki, kita tidak memaksa orangtua agar anaknya harus sekolah," ungkap Ridho kepada wartawan.

Baca juga: 6 Menteri yang Dicopot Digantikan Nama Baru, Begini Formasi Lengkap 38 Menteri Kabinet Jokowi

Walikota Prabumulih dua periode itu juga menuturkan jika para orangtua murid sudah datang ke sekolah maka akan mengetahui apakah layak atau tidak dan apakah dengan anak disekolahkan membuat penyebaran Virus Corona atau tidak.

"Tentu orangtua yang telah melihat sekolah bisa melihat penerapan protokol kesehatan di sekolah anaknya.

Jjika tidak bagus lapor ke sekolah atau kita sehingga bisa langsung ditindaklanjuti," jelasnya seraya menuturkan tanggal 28 Desember nanti para orangtua diundang ke sekolah anaknya.

Mengenai swab test seperti yang banyak dikeluhkan, Ridho menuturkan ada instruksi dan meminta agar jangan berandai-andai.

Baca juga: PSSI Sudah Kirimkan Surat Izin Kompetisi Liga 1 Indonesia dan Liga 2 Indonesia, Ini Kata Polri

"Belum ada (intruksi-red), jangan berandai-andailah, sementara ini ada terkait sekolah tatap muka 4 Januari 2021 nanti dan untuk SD hanya batas kelas 6," tuturnya.

Sementara itu, Fitri yang merupakan satu diantara wali murid menuturkan jika pihaknya setuju-setuju saja jika pihak sekolah atau pemerintah daerah mau melakukan uji swab ke pelajar.

"Kalau kita orangtua ini setuju saja, hanya saja apakah anak mau karena swab kan sakit dan tentu pemerintah perlu dana besar untuk swab seluruh anak sekolah," ungkapnya.

Seperti diketahui, Koordinator Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), Satriawan menyebut setiap pemerintah daerah perlu melakukan test swab massal kepada guru dan siswa yang sekolahnya akan dibuka pada Januari 2021.

Baca juga: Lirik Lagu Rekayasa Cinta dan Chord Gitar Rekayasa Cinta-Camelia Malik, Kalau Cinta Sudah Direkayasa

Ia juga menuntut agar biaya swab test ini bisa ditanggung oleh pemerintah daerah setempat yang akan membuka kembali sekolah, bukan guru atau siswa yang bersangkutan.

Selain itu, Satriawan juga mengingatkan agar penyebaran virus corona tidak masif ketika sekolah tatap muka berlangsung, diharapkan agar staf guru, siswa, orangtua tidak bepergian selama libur akhir tahun 2020.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved