Berita Pagaralam

Warga di Desa Jambat Balo Terancam Tak Dapat Suplai Air untuk Sawah dan Kolam Ikan, Irigasi Jebol

Hal ini disebabkan irigasi atau sungai kecil yang menjadi sumber air yang biasa digunakan warga saat ini mengalami patah atau roboh.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Refly Permana
sripoku.com/wawan
Tampak salah satu aliran sungai kecil atau siring yang mengaliri puluhan hektar sawah di Desa Jambat Balo putus. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Warga Desa Jambat Balo, Kecamatan Pagaralam Selatan, Pagaralam saat ini sedang kebingungan.

Pasalnya, sumber air yang mengaliri puluhan hektar sawah di sana saat ini tidak mendapat suplai air.

Hal ini disebabkan irigasi atau sungai kecil yang menjadi sumber air yang biasa digunakan warga saat ini mengalami patah atau roboh.

Akibatnya, air tidak sampai ke lahan persawahan serta kolam ikan warga.

Baca juga: Video Harga Emas Antam Hari Jumat 18 Desember 2020 di Angka Rp 972.000 per Gram

Hal ini membuat warga khawatir jika tidak ada perbaikkan, maka sawah dan kolam ikan mereka kekeringan.

Untuk itu warga dengan cara swadaya dan gotong royong melakukan perbaikkan ala kadarnya agar air masih bisa mengalir meskipun kecil.

Salah satu warga Tajok (55) membenarkan jika saat ini irigasi atau sungai kecil yang mengaliri puluhan hektar sawah warga Jambat Balo sedang putus atau patah.

"Benar pak irigasi yang mengaliri sawah kami roboh atau patah. Akibatnya puluhan hektar sawah dan kolam ikan kami terancam kekeringan," ujarnya.

Diceritakan Tajok, bahwa sungai kecil yang menjadi sumber air sawah warga tersebut sudah sering sekali patah bahkan warga juga sudah sangat sering mengusulkan untuk dibangun namun sampai saat ini belum juga ditindaklanjuti.

Baca juga: BREAKING NEWS: Dua Colt Diesel Terlibat Tabrakan di Kecamatan Rupit Muratara, 4 Orang Luka-luka

"Warga sudah berkali-kali melakukan perbaikan saat patah dan kita juga sudah pernah mengusulkan untuk dibangun, sayangnya sampai saat ini belum juga dibangun," katanya.

Senada dikatakan, Andi warga yang sama. Dulu warga sudah pernah mendapat bantuan dari Walikota Pagaralam yaitu puluhan drum untuk menjadi penahan agar tidak kembali patah.

"Sudah pernah dibantu walikota drum pak. Namun masih saja sering patah karena memang masih tanah dan belum dibangun.

Kami harap pemerintah dapat segera membangunkan irigasi yang bagus agar sawah dan kolam ikan kami tidak kekeringan," harapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved