Breaking News:

News

2 Kolonel Senior Tewas Bersama 140 Prajuritnya: Korea Utara Berang Tuding Ulah Sabotase Korsel

Sedikitnya 140 personel militer tewas dan lebih dari 230 lainnya cedera dalam kecelakaan itu, termasuk seorang kolonel senior

Editor: Wiedarto
afp
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un 

SRIPOKU.COM, KORUT- Sedikitnya 600 orang tewas dalam kecelakaan kereta api di Korea Utara (Korut).

Kereta api itu dilaporkan tergelincir dan menyebabkan 600 orang tewas.

Melansir Express.co.uk, kejadian itu terjadi bulan lalu, saat sebuah kereta api dilaporkan tergelincir sehingga menewaskan sedikitnya 600 orang di Korea Utara.

Kejadian tersebut telah memicu keprihatinan di antara penduduk setempat yang khawatir bahwa kecelakaan itu "bukanlah kecelakaan" setelah lebih dari separuh korban tewas adalah bagian dari militer.

Express.co.uk melaporkan, kecelakaan itu terjadi di Provinsi Chagang pada 15 November, antara stasiun Pusong dan Hoichon.

Sedikitnya 140 personel militer tewas dan lebih dari 230 lainnya cedera dalam kecelakaan itu, termasuk seorang kolonel senior dan kepala departemen politik akademi militer berpangkat kolonel.

Kementerian Keamanan Negara mengklaim, mata-mata yang dipekerjakan oleh Badan Intelijen Nasional Korea Selatan mungkin berada di balik kecelakaan itu, meskipun hal ini belum dikonfirmasi.

Namun, beberapa warga setempat khawatir mungkin ada alasan lain di balik kecelakaan itu.

Orang-orang juga meyakini terjadinya kecelakaan mendadak di jalur yang biasa digunakan oleh kereta api dari Pyongyang ke Manpo bukan hal yang kebetulan.

Seorang sumber mengatakan kepada Daily NK: “Ada kerugian besar di gerbong nomor 5, yang membawa petugas penghubung yang dikirim dari atas untuk menyampaikan perintah pelatihan, pasukan komunikasi yang membawa surat militer setiap hari, dan personel kembali ke unit mereka sebelum dimulainya musim dingin pelatihan di bulan Desember.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved