Breaking News:

Insiden Jalan Tol

Komnas HAM Periksa Kapolda Metro Jaya, Penyidik Polri Temukan Proyektil Peluru

Anggota Komnas HAM Beka Ulung mengungkapkan adanya temuan proyektil peluru di lokasi bentrokan antara laskar FPI dan polisi di jalan tol.

Editor: Sutrisman Dinah
WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran memberikan keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat lalu. 

SRIPOKU.COM --- Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara, mengungkapkan terkait temuan bukti baru berupa proyektil berkaitan bentrok polisi dengan anggota laskar FPI pengawal pemimpin FPI Muhammad Rizeq Shihab dan Habib Rizieq (55).

Jajaran kepolisian telah melakukan reka ulang atau rekonstruksi atas peristiwa yang menewaskan enam laskar FPI saat insiden di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek Senin (7/12) pekan.

Sementara Komnas HAM, Senin (14/12) sore, meminta keterangan kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, terkait kematian enam pengawal rombongan Habib Rizieq tersebut.

Dalam kesempatan itu, Beka mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap Kapolda Metro Jaya yang disebut memberikan berbagai informasi dan data berkaitan dengan peristiwa bentrok tersebut.

Baca juga: FPI Nilai Rekonstruksi Aneh, Menurut Kompolnas Ada Indikasi Penyerarangan Aktif Laskar

Baca juga: Kapolda Metro Jelaskan Kronolologi Insiden Tewasnya 6 Laskar FPI ke Komnas HAM

Baca juga: CCTV Tol Jakarta-Cikampek Tak Bisa Kirim Gambar, Komnas HAM Panggil Kapolda Metro

Dikatakan, Kapolda menyampaikan langkah apa saja yang telah dilakukan atas peristiwa yang menewaskan enam anggota laskar FPI tersebut.

"Menyampaikan apa saja langkah yang sudah ditempuh Polda pascakejadian. Jadi soal autopsi, kemudian uji balistik. Itu tadi disampaikan Pak Kapolda," katanya.

Menurut Beka, , Komnas HAM dan aparat kepolisian sepakat melakukan pemeriksaan lanjutan berdasarkan keterangan yang disampaikan Fadil. 

Jika memang ada barang bukti baru yang ditemukan aparat kepolisian maka dipastikan akan segera diberikan ke pihak Komnas HAM untuk kepentingan investigasi.

"Pak Kapolda menyampaikan keterbukaan dari kepolisian kalau ada barang bukti, alat bukti yang ditemukan dan

Beka memastikan bahwa keterangan dan pemeriksaan terhadap aparat kepolisian itu kemungkinan akan dilanjutkan. Hanya saja dalam pemanggilan berikutnya, Komnas HAM tak fokus pada Fadil selaku kapolda, siapa saja bisa memenuhi panggilan itu asal berkaitan dengan kasus tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved