Breaking News:

Pandemi, Pengusaha Pempek Ini Harus Beralih ke Online, Sehari Raup Laba Rp 200 Ribu Hingga Rp 1 Juta

Dalam satu hari, varian pempek, pempek kering dan kemplang produksinya sudah sampai ke kota-kota besar, seperti Jakarta dan kota lain di Pulau Jawa

Penulis: maya citra rosa
Editor: aminuddin
maya citra rosa
Pengusaha pempek rumahan Pempek Kamelia, Rika 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Pandemi Covid-19 yang melanda sepanjang tahun 2020 ini memaksa para pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) beralih menggunakan media sosial sebagai pasar produk-produknya.

Salah satunya pengusaha pempek rumahan Pempek Kamelia, Rika yang menjual banyak varian pempek secara online sejak awal tahun 2020, saat pandemi Covid-19 mulai masuk ke Palembang.

Dia mulai mengemas pempek produksinya sendiri tersebut agar dapat dijual hingga ke luar kota, bahkan bisa bertahan lebih lama dari pempek biasanya.

Warga 3-4 Ulu Palembang ini juga mengikuti kegiatan organisasi kuliner untuk memperkaya pengalaman dan ilmu berjualan melalui media sosial.

"Saya jualan banyak lewat medsos, alhamdulillah cukup efektif, karena orang-orang kan banyak malas keluar rumah selama pandemi ini," ujarnya saat ditemui dalam kegiatan Temu Dagang dan Investasi antara Provinsi Sumsel dan Jatim, di Hotel Whyndam, Rabu (2/12/2020). 

Dalam satu hari, varian pempek, pempek kering dan kemplang produksinya sudah sampai ke kota-kota besar, seperti Jakarta dan kota lain yang ada di Pulau Jawa.

Bahkan dalam penjualan pempek dia dapat menghasilkan antara Rp 200 ribu hingga Rp.1 juta dalam sehari.

"Ini cara kami bertahan, kalau tidak seperti itu mengandalkan jualan offline pasti bisa roboh," ujarnya.

Selain itu, dalam pertemuan dengan UMKM dari Jatim, Rika banyak belajar dan bertemu para pengusaha dari pulau Jawa, sehingga pengalaman berjualan online dia dapatkan dari para pengusaha disana.

Juga melalui Aliansi Kuliner Indonesia (AKI) Sumsel baru dirintis pada bulan Maret 2020 dan sekarang sudah ada 30 anggota, Rika juga banyak bertemu dengan pengusaha yang kreatif seperti menjual makanan, jamu, pempek organik, terasi, sambal, tempe organik, pempek gluten free, dan beragam produk lainnya.

"UMKM memang harus naik kelas, dengan begitu kita bisa berkembang dan bersaig secara lebih luas di dunia online," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved