Habib Rizieq
Jusuf Kalla Bantah Biayai Habib Rizieq Pulang dari Arab Saudi
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah telah membiayai dan memfasilitasi kepulangan pimpinan FPI Habib Rizieq dari Arab Saudi
SRIPOKU.COM --- Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Muhammad Jusuf Kalla atau JK membantah telah menjadi sponsor dan membiayai kepulangan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq (55) dari Arab Saudi ke Indonesia.
Melalui juru bicaranya, Husain Abdullah, JK membantah punya sangkut paut memfasilitasi kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia setelah 3 tahun ’mengasingkan diri’ di Arab Saudi.
“Pak JK tidak pernah mengkomunikasikan ataupun mendanai kepulangan HRS (Habib Rizieq Shihab, red),” kata Husain, Minggu (22/11).
Husain menegaskan, tuduhan bahwa JK memiliki andil dalam kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia bermula dari cuitan mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean di akun Twitternya. Dalam cuitannya, Ferdinand menggunakan tiga istilah untuk menyamarkan nama tokoh yakni Chaplin, Presiden, dan Si Asu Pemilik Bus Edan.
Awalnya, dia mengakui kehebatan tokoh Chaplin yang membawa uang sekoper untuk membereskan semua urusan di Arab Saudi.
Baca juga: Heran Persoalan Rizieq Membuat Polisi dan TNI Turun Tangan, Jusuf Kalla Khawatir Muncul Masalah Baru
Baca juga: Mantan Wapres Jusuf Kalla Undangan Khusus Tunaikan Umrah di Masa Pandemi Covid-19
Menurut Ferdinand, langkah itu dilakukan Chaplin untuk melancarkan agenda politik pada 2022 dan 2024. “Hebat jg si Caplin, bawa duit sekoper ke Arab, bayar ini itu beres semua. Agenda politik 2022 menuju 2024 sdh dipanasi lebih awal,” cuit Ferdinand pada Rabu (4/11).
Sejumlah pengguna media Twitter pun riuh menanggapi cuitan Ferdinand tersebut, dan mulai mencocokkan istilah pengganti tersebut dengan nama sejumlah tokoh nasional.
Salah satunya, akun @BapakePaki, yang mempertanyakan apakah istilah yang digunakan Ferdinand itu merujuk ke JK dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. “Chaplin=JK Bus edan=Anis ??? Gitu kahh?” cuit akun @BapakePaki menjawab cuitan Ferdinand.
Husain langsung membantah ketika itu. Menurutnya, hal itu hanya dilakukan orang yang suka mencocok-cocokan informasi meski sebenarnya tidak berkaitan satu sama lain atau “cocokologi”.
Ferdinand pun disebut Uceng tidak mampu membuktikan kebenaran cuitannya itu. “Ini kan kadang-kadang dengar ini itu terus Tweet bikin cocokologi, kemudian dengan segala retorika, berlindung menggunakan kata pengganti segala macam,” kata Uceng—sapaan akrab Husain— dalam sebuah dialog di TV swasta, Rabu (11/11).
Belakangan, kata Husain, kebohongan tersebut dijadikan dasar oleh pengamat sosial politik dan pegiat media sosial, Rudi S Kamri, untuk membangun kebohongan baru melalui tulisannya berjudul “Sang Bandar Chaplin Pun Akhirnya Keluar Sarangnya Karena Kepanasan”.
Husain menilai bila sosok Chaplin benar diasosiasikan sebagai JK karena memiliki kesamaan bentuk kumis, maka tulisan itu merupakan sebuah tuduhan yang membabi buta serta tanpa fakta dan data yang jelas. Tulisan itu kata dia, justru menciptakan kegaduhan, penyesatan, serta merusak hubungan sosial dan budaya saling menghargai yangmengakar di Indonesia selama ini.
“Kalau itu [tulisan] ditujukan kepada Pak JK, maka tulisan tersebut merupakan sebuah tuduhan membabi buta, tanpa fakta dan data yang jelas. Tepatnya cocoklogi,” kata Uceng.
Dalam tulisannya, Rudi memang menyebutkan secara gamblang bagaimana peran si ‘Chaplin’ dalam kepulangan Habib Rizieq. Tak hanya disebut mensponsori kepulangan sang habib ke tanah air, Rudi menyebut si ‘Chaplin’ turut memanfaatkan kaki tangannya baik di institusi keamanan hingga pejabat negara untuk mendukung serta memuluskan kepulangan Habib Rizieq.
“Sudah menjadi rahasia umum Sang Chaplin ini mempunyai kaki tangan di segala lini. Mulai di institusi aparat keamanan negara, beberapa pejabat negara dan beberapa di partai politik. Meskipun orang-orangnya sudah tidak lagi memegang kendali di posisi sentral resmi di organisasi, tapi saya meyakini masih cukup kuat membangun jaringan. Alat Chaplin di pemerintahan sudah terbaca luas, salah satunya adalah Gubernur Ibukota yang menjadi pion kesayangannya,” beber Rudi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/heran-persoalan-rizieq-membuat-polisi-dan-tni-turun-tangan-jusuf-kalla-khawatir-muncul-masalah-baru.jpg)