Breaking News:

Covid19

Doni Monardo: Masyarakat tak Boleh Tolak Pelacakan Covid-19

KEPALA Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh menolak pelacakan kontak.

Istimewa/handout
Ketua Satgas Pencegahan Covid-19 Letjen Doni Monardo 

Pasien meninggal di seluruh dunia telah mencapai 1,39 juta jiwa,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Doni menyampaikan bahwa salah satu cara memutus mata rantai penularan Covid-19 adalah dengan melakukan testing (pemeriksaan), tracking (pelacakan) dan treatment (perawatan) (3T) yang tepat kepada pasien yang tertular.

“Namun, pemeriksaan dan pelacakan ternyata tidak mudah dilakukan, karena terjadi penolakan di masyarakat,” ungkapnya.

Doni menduga, fenomena ini terjadi karena di masyarakat masih berkembang stigma negatif bagi penderita Covid-19 takut divonis tertular.

“Padahal, masyarakat tak perlu takut karena mayoritas penderita Covid-19 sembuh,” katanya.

Saat ini di Indonesia, angka kesembuhan telah menembus 83,9 persen dari kasus aktif. Nilai tersebut jauh di atas kesembuhan dunia yang hanya di level 69 persen.

“Untuk itu jangan takut, sebab penularan Covid-19 yang makin cepat diketahui akan memudahkan pasien menjalani pemulihan,” ucapnya.

Sebaliknya, bila terlambat, risiko tingkat kematian akan semakin tinggi, apalagi bila pasien juga memiliki penyakit bawaan.

Berdasarkan data yang dihimpun Satgas Penanganan Covid-19 dari Rumah Sakit (RS) Persahabatan Jakarta, ditemukan pasien dengan kategori ringan memiliki risiko kematian nol persen.

Sementara itu, pasien dengan kategori sedang mencapai 2,6 persen, pasien kategori berat 5,5 persen dan pasien kategori kritis memiliki risiko kematian 67,4 persen.

Halaman
123
Editor: Sutrisman Dinah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved