Pernah Punya Pasukan Elit Rahasia

Indonesia Pernah Punya Pasukan Elit Rahasia Melebihi Kopasus Lindungi Bung Karno

Peranan sejarah dalam perjalanan suatu Negara tidak bisa diabaikan bagi generasi penerus perjuangan.

Editor: Salman Rasyidin
tribunnews.com
Ilustrasi Den Harin. 

SRIPOKU.COM –Peranan sejarah dalam perjalanan suatu Negara tidak bisa diabaikan bagi generasi penerus perjuangan.

Tanpa catatan sejarah yang lurus, generasi suatu Negara tidak memehami bagaimana pejuang merebut kemerdekaan seperti Indonesia dari Penjajah Belanda dan Jepang.

Bahkan, bahwa Indonesia pernah memiliki pasukan elit rahasia yang melebihi kehebatan Kopasus, tidak banyak yang mengetahui.    

Disadur Intisari-Online.com menjelaskan bahwa  dulu, Belanda ingin menguasai Indonesia dan menjadikan Makassar sebagai ibukota Negara Indonesia Timur.

Melihat hal ini, para pejuang kemerdekaan di Makassar pun kemudian membentuk pasukan perlawanan demi melawan pasukan Belanda.

Pasukan perlawanan yang saat itu berhasil dibentuk untuk mempertahankan kemerdekaan RI adalah Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (Lapris).

Salah satu pejuang Lapris yang kemudian gugur dan menjadi pahlawan nasional adalah Robert Wolter Mongisidi.

Karena perlawanan pasukan Lapris selalu berhasil dipukul mundur oleh pasukan Belanda, kekuatannya menjadi terpecah-pecah.

Pada serangan militer Belanda yang dilancarkan pada 8 Agustus 1946, kubu pasukan Lapris yang berada di Gunung Ranaya berhasil dihancurkan dan para pejuang Lapris pun memilih turun gunung.

Mereka kemudian melanjutkan perlawanan melalui taktik peperangan secara gerilya.

Salah satu personel yang terus bertempur secara gerilya adalah Maulwi Saelan, yang kelak menjadi pengawal pribadi Presiden Soekarno.

Maulwi yang pada puncak kariernya berpangkat kolonel juga menjabat sebagai Wakil Komandan Pasukan Pengawal Presiden, Cakrabirawa.

Setelah turun gunung dan kembali meneruskan perjuangan ke Makassar, Maulwi dan rekan-rekan seperjuangan kemudian mencari nama baru bagi pasukan gerilyanya yang juga merupakan pasukan khusus itu.

Karena pada masa penjajahan Jepang Maulwi dan rekannya suka menonton film yang ada harimaunya, pasukan gerilya Maulwi kemudian dinamai Pasukan Harimau Indonesia.

Laskar Harimau Indonesia ini memang terkenal militan karena terdiri dari para pejuang kelompok pelajar SMP Nasional yang umumnya mahir berbahasa Belanda.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved