Berita PALI

PASAR Inpres Pendopo PALI Terbakar, 16 Damkar Dikerahkan, 7 Ruko Hangus, Kerugian Ditaksir Miliaran

Musibah kebakaran ini terjadi di Pasar Inpres Pendopo Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi PALI, Minggu (1/11/2020) sekira pukul 06.30

Tayang:
Penulis: Reigan Riangga | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Musibah kebakaran di Pasar Inpres Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigen Riangga

SRIPOKU.COM, PALI - Sonta Hasibuan warga Lorong Asrama, Kelurahan Talang Ubi Timur Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tak kuasa menahan tangis kala melihat Rumah Toko (Ruko) miliknya yang menjual peralatan elektronik hangus dilalap si jago merah. 

Musibah kebakaran ini terjadi di Pasar Inpres Pendopo Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi PALI, Minggu (1/11/2020) sekira pukul 06.30 Wib dan menghanguskan sedikitnya tujuh (7) toko serta ruko milik warga. 

Dari tujuh ruko hangus terbakar, masing-masing menjual peralatan listrik, toko mebel, toko pupuk, toko elektronik, makanan serta ruko kosong. 

Penyebab kebakaran ini diduga adanya konsleting listrik arus pendek lampu, lantaran api diketahui pertama kali muncul dari salah satu ruko yang menjual peralatan elektronik dan dengan cepat merambat menghanguskan beberapa toko disebelahnya. 

Sonta Hasibuan istri pemilik toko peralatan elektronik mengaku ia hanya bisa pasrah dengan meneteskan air mata melihat dagangannya hangus terbakar. 

"Saat hendak membuka ruko, saya lihat tiba-tiba api muncul dan langsung membesar." ungkapnya dengan mata berkaca-kaca, Minggu. 

Baca juga: Curhat Pengelola Objek Wisata di PALI yang Sepi Pengunjung Meski Libur Panjang, Padahal Masuk Gratis

Baca juga: Berikut Syarat dan Cara Pendaftaran BPUM, 2 Ribu Lebih Pelaku Usaha di PALI Telah Daftar

"Saya mencoba mengamankan barang-barang yang bisa diangkat. Namun apa daya, api langsung membesar, saya sudah tidak berbuat apa-apa lagi," tambah perempuan paruh baya ini. 

Ia mengaku sangat terpukul atas musibah yang menimpa dirinya serta keluarga dan warga lainnya. 

"Saya tidak tahu lagi mau bagaimana. Sudah belasan tahun kami buka usaha toko alat listrik itu. Kalau kerugian sekitar Rp 300 juta," ujarnya. 

Sementara, Kepala BPBD PALI, Junaidi Anuar melalui Kabid Bencana Daerah, Lihan menjelaskan untuk memadamkan api, diperlukan sedikitnya 16 unit mobil tangki. 

"Empat unit mobil tangki DPBK PALI, dua mobil damkar BPBD dan lima unit Damkar Pertamina dan empat tangki air milik masyarakat," jelasnya. 

Kobaran api berhasil dijinakkan sekitar dua jam lebih usai membakar barang-barang dengan bantuan berbagai elemen masyarakat. 

Baca juga: UPDATE Hari Ini 13 Warga Pagaralam Terkonfirmasi Positif Covid-19, Paling Banyak Selama Masa Pandemi

Baca juga: Syarat Membuat dan Perpanjang SKCK di Kabupaten PALI, Bisa di Polres atau Polsek, Wajib Sediakan Ini

Kapolsek Talang Ubi, Kompol Juliansyah menjelaskan bahwa penyebap sementara kebakaran ini diduga konsliting listrik, namun akan tetap dilakukan penyelidikan. 

Dijelaskan, api pertama kali terliahat dari toko milik Mahendara dan Toko milik Resa yang sama sama menjual alat elektronik dan kemudian api dengan cepat menyebar ke toko sebelanya. 

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran ini. Namun kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 2,4 Miliar," jelasnya. 

Adapun data korban diantaranya, Toko Ira cahaya listrik milik Holil, toko alat listrik Reja milik Sahlan, toko pupuk milik Beri, ruko kosong, toko alat listrik milik Mahendra, toko sosis milik Maya, dan toko mebel milik Bambang.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved