Serangan Teror Perancis

Kontroversi Kartun Nabi Muhammad, PBB Desak Pemimpin Dunia Miliki “Rasa Saling Menghormati”

PEJABAT anti-ekstremisme Perserikatan Bangsa-bangsa mendesak pemimpin dunia memiliki “rasa saling menghormati”, terkait konversi kartun Nabi Muhammad.

Editor: Sutrisman Dinah
sputniknews.com
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Presiden Perancis Emmanuel Macron. 

Khan mengatakan, para pemimpin negara-negara non-Muslim tidak memahami "cinta dan ketaatan yang dimiliki Muslim di seluruh dunia untuk Nabi mereka dan kitab suci mereka, Al-Quran".

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyebut, pembelaan presiden Perancis Macron terhadap kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad sebagai "tindakan bodoh" dan "penghinaan".

Buntut dari situasi konflik yang dibangun menjelanng Peringatakan Maulid (kelahiran) Nabi Muhammad ini, terjadi rangkaian serangan di Perancis. Kamis pagi kemarin, aksi penyerangan terjadi di kompleks gereja Notre Dame, Kota Nice, sebelah Tenggara kota Paris.

Presiden Macron menegaskan, penyerangan menggunakan senjata tajam ini menewaskan tiga orang; seorang diantaranya adalah perempuan yang disebut-sebut meninggal setelah penyerang melukai lehehrnya.

Seperti dikutip Kompas.com dari The New Daily, Perancis bersiap-siap menetapkan situasi darurat. Mulai hari ini (Jumat, 30/10) di seluruh wilayah Perancis ditetapkan pembatasan total atau lock-down terkait merebaknya virus corona atau Covid-19.

Kemudian, atas rangkaian penyerangan itu, pemerintah Perancis mengerahkan sekitar 4.000 personel tentara, berpotensi ditingkatkan menjadi 7.000 personel. Pasukan ini diterjunkan di seluruh wilayah Perancis untuk melindungi berbagai tempat seperti sekolah dan gereja.

Pemerintah Prancis telah menetapkan status darurat ke level tertinggi. Polisi mengidentifikasi tersangka pembunuhan bernama Brahim Aouissaoui berusia 21 tahun. Pria ini merupakan migran Tunisia yang baru-baru ini memasuki Prancis melalui Italia.

Serangan di Nice ini, terjadi kurang dari dua pekan setelah insiden pembunuhan terhadap guru di pinggiran Kota Paris. Guru bernama Samuel Paty (27) itu dibunuh setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada siswanya di dalam kelas.

Perancis mengalami serangkaian serangan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk pemboman dan penembakan di Paris pada 2015 yang menewaskan 130 orang.

Pada 2016, terjadi lagi serangan di Nice, ketika seorang milisi mengendarai truk dan menabraki kerumunan massa ketika merayakan Hari Bastille. Peristiwa ini menewaskan 86 orang.

"Saya mengatakan ini dengan sangat jelas (bahwa) kami tidak akan menyerah pada terorisme. Sekali lagi pagi ini, tiga rekan kami yang jatuh di Nice, dan jelas sekali Perancis sedang diserang,” kata Macron.

Beberapa jam setelah serangan Nice, polisi menembak penyerang yang mengancam menggunakan senjata api di Montfavet, dekat kota Avignon di Perancis Selatan. Serangan itu diduga terkait kemarahan Muslim yang meningkat,  setelah Presiden Macron membela penerbitan kartun Nabi Muhammad.

Begitupula PM Australia Scott Morrison mengatakan negaranya membersamai Perancis setelah terjadi serangan tersebut.  ****

_______________________

Sumber: Kompas.comhttps://www.kompas.com/global/read/2020/10/29/221343970/kontroversi-kartun-nabi-muhammad-semakin-panas-pbb-desak-seluruh-negara?page=all#page2

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved