Lockdown Perancis

Produk Perancis Diboikot, Presiden Macron Umumkan Lock-down Secara Nasional

PRESIDEN Perancis Emmanuel Macron mengumumkan lock-down atau isolasi di seluruh Perancis, mengantisipasi paparan Covid-19 yang mematikan.

Tayang:
Editor: Sutrisman Dinah
independent.co.uk
Presiden Emmanuel Macron 

Seruan boikot produk asal Prancis itu juga dilakukan sejumlah negara Arab di Timur Tengah.

Seruan boikot itu sebagai reaksi atas sebutan kata-kata Presiden Macron terhadap kematian seorang guru “teroris Islam”.

Macron mengatakan, menggambarkan Nabi Muhammad SAW sebagai kartun, bukan hal yang salah.

Macron menyampaikan sikap itu itu atas kematian guru dan pelakunya telah ditembak mati.

Guru itu bernama Samuel Paty (28) dipenggal saat pulang mengajar.

Guru tersebut membuat kemarahan orangtua murid, setelah Guru Paty menggunakan kartun Charlie Hebdo yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Paty diserang setelah dia menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelas.

Membahas kartun karya Charlie Hebdo, sebagai pelajaran kebebasan berekspres.

Sementara, Yordania, Pakistan, Mesir, dan Iran, termasuk di antara Negara Islam yang mengutuk Perancis atas membela karikatur Nabi Muhammad dalam Charlie Hebdo, dan sikap Macron.

Pemimpin Eropa lainnya, mendukung Presiden Macron, termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel. Pemimpin Yunani dan Austria juga menyatakan mendukung Presiden Macron. ****

__________________________ 

Sumber: Kompas.comhttps://www.kompas.com/global/read/2020/10/29/062841270/perancis-dan-jerman-umumkan-lockdown-kedua-setelah-kasus-covid-19?page=all.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved