Lockdown Perancis

Produk Perancis Diboikot, Presiden Macron Umumkan Lock-down Secara Nasional

PRESIDEN Perancis Emmanuel Macron mengumumkan lock-down atau isolasi di seluruh Perancis, mengantisipasi paparan Covid-19 yang mematikan.

Tayang:
Editor: Sutrisman Dinah
independent.co.uk
Presiden Emmanuel Macron 

Siang Rabu malam waktu setempat, Perancis sudah melaporkan 36.437 kasus.

Meningkat dibanding 33.417 pada Selasa (27/10/2020).

Pada Selasa, otoritas kesehatan di sana mencatatkan 523 korban meninggal corona, yang merupakan statistik tertinggi sejak April.

Sebagai gambaran betapa Presiden Presiden Macron memprediksi, untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) mereka harus mengalami 400.000 kematian.

Selain Perancis, Jerman melalui Kanselir Angela Merkel juga mengumumkan lockdown selama empat pekan dimulai pada 2 November.

Selain memberlakukan pembatasan terhadap warganya, Jerman menutup hotel bagi wisatwan; Ini  dikecualikan untuk menginap jika "ada alasan yang sangat mendesak".

Perberlakuan status lockdown secara nasional di Perancis ini, terjadi di tengah memburuknya hubungan Perancis dengan beberapa Negara Islam di Timur Tengah.

Saat ini, sejumlah Negara memberlakukan boikot terhadap seluruh produk Perancis.

Bahkan hubungan Presiden Macron dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meruncing, pasca-terbunuh seorang guru sekolah menengah di pinggiran kota Perancis, dua pekan lalu.

Presiden Macron dalam menanggapi kejadian itu, dinilai kontraproduktif karena dinilai melecehkan nilai-nilai Islam.

Kemarahan Presiden Erdogan bertambah setelah majalah satir Charlie Hebdo terbitan 28 Oktober, pada halaman muka memuat karikatur Presiden Erdogan.

Kartun itu menggambarkan seseorang –mirip Erdogan—sedang santai mengenakan kaos di tempat tidur.

Turki mengecam karikatur Charlie Hebdo itu, cabul dan menghina menghina Presiden.

Cover majalah itu menampilan karikatur Erdogan berperilaku cabul.

Presiden Erdogan, seperti disiarkan jaringan televisiEuronesw.com,Kamis (29/10) menyerukan warga Turki boikot semua produk Perancis.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved