Breaking News:

Tambang Batubara Longsor

Herman Deru Dengar Ada Perusahaan yang Tampung Tambang Ilegal di Muaraenim yang Tewaskan 11 Orang

"Saya tidak bisa komentar tapi yang jelas kita sudah warning, ini La Nina curah hujan tinggi dan kelongsoran jadi tinggi,"

SRIPOKU.COM / Bayazir Al Rayhan
Lokasi tambang batu bara di Desa Penyandingan Kabupaten Muaraenim yang tewaskan belasan penambang, Kamis (22/10/2020) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tambang batubara ilegal di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan longsor dan mengakibatkan 11 pekerja meninggal dunia Rabu (21/10/2020).

Gubernur Sumsel Herman Deru, mengatakan, pemerintah provinsi telah memberikan peringatan terkait potensi bencana hidrometeorologis di wilayah Sumsel seperti longsor di masa transisi musim kemarau ke musim penghujan.

"Saya tidak bisa komentar tapi yang jelas kita sudah warning, ini La Nina curah hujan tinggi dan kelongsoran jadi tinggi," kata Deru, Kamis (22/10/2020).

Baca juga: Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Tinjau Lokasi Tambang Liar di Muaraenim yang Tewaskan 11 Orang

Disebutkan Deru, wewenang mengenai aktivitas pertambangan batubara termasuk dalam Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

Pengawasan aktivitas tambang ini dari pemerintah pusat atau Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Saya akan lihat langsung ke lokasi (longsor) siang ini. Saya melarang semua bentuk penambangan ilegal. Saya harap tidak akan ada lagi kejadian ini," kata dia.

Baca juga: Berjuang Keras Sisihkan Hasil Peras Santan Kelapa, Anak Pedagang Kelapa Parut Lulus Cumlaude, Haru!

Deru menegaskan, pemerintah Sumsel pun telah melakukan upaya penertiban aktivitas penambangan ilegal dengan membentuk satuan tugas khusus.

"Bukan perda lagi, saya sudah bikin satgas. Ini perlu pengawasan yang tiada henti. Selama ini bukan pengawasan yang kurang tapi ini sembunyi-sembunyi," ujar dia.

Menurut Deru, batubara merupakan komoditas tambang yang menjadi primadona dan hanya biaya murah dalam proses penambangannya sehingga banyak pihak yang berebut dalam mendapatkannya.

Baca juga: Rutan Polrestabes Palembang Penuh, Cewek yang Gelapkan Uang Belasan Juta PT Duta Jadi Tahanan Kota

"Saya dengar ada perusahaaan yang menampung ini tambang ilegal. Harus kita tegakkan disiplin untuk tidak menambang ilegal. Ini tugas penegak hukum." jelas Deru.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved