Tambang Batubara Longsor

Kronologi Tambang Batubara Longsor di Muara Enim Dipastikan Ilegal, Berikut Nama-nama Korban

Peristiwa tambang batubara longsor di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dipastikan ilegal

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Handout
Sedikitnya ada 10 orang tewas akibat tertimbun tambang batubara longsor milik masyarakat yang diduga ilegal di wilayah Desa Tanjung Lalang, Kabupaten Muaraenim. 

SRIPOKU.COM -- Peristiwa tambang batubara longsor di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dipastikan ilegal alias tanpa izin.

Dari informasi dilapangan, sebelum kejadian sekitar 14 pekerja sedang membuat jalan masuk untuk tambang batubara, ada yang dibawah dan sebagian di atas.

Ketika sedang bekerja, tiba-tiba tanah di tebing sebelah kanan jalan tersebut longsor dan menimbun para pekerja yang selamat.

Melihat hal tersebut beberapa pekerja yang selamat memberitahu rekan-rekannya dan bersama-sama memberikan pertolongan.

Kapolres Muara Enim AKBP Doni Eka Syaputra, membenarkan adanya tambang longsor yang menewaskan belasan orang.

Baca juga: BREAKING NEWS Tambang Batubara di Muaraenim Longsor, 10 Pekerja Tertimbun Berikut Nama & Asalnya

"Dari informasi awal yang kami terima ada 10 orang yang meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor, jenazah mereka sudah dibawa keluarga ke rumah masing-masing," ungkap Doni.

Donni memastikan seluruh korban adalah penambang tradisional alias penambang tanpa izin.

"Mereka menambang batu bara secara tradisional dan akhirnya tertimbun longsor," ujarnya.

Pihaknya telah memeriksa tiga saksi yang melihat saat kejadian.

Kemudian di lokasi kejadian telah memberikan garis police line untuk menutup sementara lokasi tambang dan melarang warga untuk melakukan aktifitas penambangan terutama pihaknya sedang melakukan penyelidikan.

Saat ini, lanjut AKBP Donni, semua korban sudah dilakukan tindakan medis oleh Pihak Puskesmas Tanjung Agung dan telah diserahkan kepada keluarga Korban untuk dibawa kerumah Duka.

Untuk korban yang berdomisi diluar daerah, telah dijemput oleh pihak keluarga dan dibawa menuju rumah kediamannya.

Hal senada juga dikatakan, Kapolsek Tanjung Agung AKP Faisal Manalu mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

Para penambang, sedang membuat akses jalan di area pertambangan batubara tersebut.

Namun, di tengah pengerjaan terjadi longsor yang seketika menimbun para penambang.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved