Breaking News:

Sepi Pengunjung, Instruktur Arum Jeram di Pagaralam Banting Setir ada Jadi Petani Hingga Ojek

Imbas dari tidak adanya wisatawan gara-gara Covid-19, yang menggunakan jasa wisata arum jeram, membuat sejumlah instruktur arum jeram

SRIPOKU.COM / Wawan Septiawan
Arum Jeram di Pagaralam sebelum Pandemi Covid-19 yang ramai dinikmati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari luar negeri. 

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Imbas dari tidak adanya wisatawan gara-gara Covid-19 yang menggunakan jasa wisata arum jeram, membuat sejumlah instruktur arum jeram saat ini mencari pekerjaan lain demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pasalnya dengan tidak beroperasinya parahu karet mereka untuk mengarungi sungai bersama wisatawan, maka otomatis pemasukan para instruktur arum jeram juga tidak ada.

Memang selama ini para instruktur arum jeram selian mengandalkan tamu memang sudah memiliki pekerjaan lain.

Namun sejak tidak adanya tamu yang bermain arum jeram mereka memilih fokus pada pekerjaan mereka.

Salah satu instruktur arum jeram, Heri mengatakan, bahwa saat ini semua instruktur arum jeram yang ada di Pagaralam sudah tidak tahu kemana, pasalnya mereka sudah tidak pernah lagi berkumpul.

"Kami sudah lama tidak berkumpul dan saling mengabari, pasalnya mereka sudah fokus pada pekerjaan mereka masing-masing karena tidak ada tamu untuk memakai jasa mereka," ujarnya.

Baca juga: Kenalkan Kopi Asli Sumsel Sekaligus Dongkrak Kunjungan Pelanggan Akibat Pandemi Covid-19

Baca juga: Nasib Wisata Arum Jeram di Kota Pagaralam Mati Suri Sejak Covid-19 Masuk Indonesia

Dikatakan Heri, bahkan saat ini ada beberapa instruktur yang menjadi petani dan berkebun diatas bukit untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Ada yang berkebun diatas bukit jauh sana, ada juga yang jadi tukang ojek juga ada yang berdagang," katanya.

Heri berharap semoga pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan wisata arum jeram bisa kembali dipanggil oleh wisatawan.

"Jika pandemi sudah berakhir kami berharap wisata arum jeram kembali menggeliat dan kami para instruktur kembali mendapat uang tamabahan untuk makan," harapnya.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved