Breaking News:

Kenalkan Kopi Asli Sumsel Sekaligus Dongkrak Kunjungan Pelanggan Akibat Pandemi Covid-19

Kopi Sumsel sejak beberapa waktu belakangan gencar disosialisasikan sebagai kopi asli milik Sumsel agar dikenal luas oleh masyarakat di tanah air.

Tribunsumsel/Tatik
Palembang Square menggenalkan kopi asli Sumsel dan mengajak pengunjung mencintai produk asli Sumsel sehingga kopi Sumsel tidak kalah bersaing dengan kopi lokal lainnya. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kopi Sumsel sejak beberapa waktu belakangan gencar disosialisasikan sebagai kopi asli milik Sumsel agar dikenal luas oleh masyarakat di tanah air.

Salah satunya dengan menggelar event ngopi hingga aneka lomba yang berkaitan dengan kopi juga kelas membuat kopi bagi pemula.

Palembang Square ikut memperkenalan kopi asli Sumsel melalui event Peh ngopi yang digelar di atrium Palembang Square (PS) 15-28 Oktober.

Sebanyak 16 tenant yang didominasi stant kopi meramaikan kegiatan ini dengan menyediakan kopi andalannya masing-masing.

Ada yang menyediakan kopi siap seduh, siap minum hingga kopi yang baru selesai di sangrai dan digiling yang bisa diolah sendiri di rumah.

Selain diminum kopi juga bisa dikreasikan menjadi bahan baku pembuatan kue yang menjadi rangkaian kegiatan Peh ngopi.

Baca juga: XXI Mulai Beroperasi Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Kota Yang Bisa Kembali Nonton Bioskop

Hal ini juga bisa menjadi alternatif bagi yang tidak suka ngopi tapi tetap bisnamenikmti sensasi kopi pada kue atau kudapan yang dibuat.

Marketing Comunication PS Mall, Edi Sapta Zain mengatakan, event kopi ini sengaja dihadirkan untuk mengangkat kopi Sumsel agar dikenal luas lagi dan sebagai tuan rumah di ruang sendiri.

Menurutnya kopi Sumsel tidak kalah enak dan berkualitas karena kopi Sumsel kerap di kirim ke luar kota.

"Adanya event ini bisa menjadi alternatif pecinta kopi berkumpul dan menikmati kopi sekaligus belanja atau menemani istri belanja," ujar Edi, Sabtu (17/10/2020).

Edi mengatakan pandemi Covid-19 membuat daya beli masyarakat belum maksimal seperti st normal.

Secara trafic, pengunjung yang datang sudah kembali ramai, namun dari sisi transaksi masih belum maksimal karena daya beli masyarakat turun.

Bagi kalangan menengah atas yang dimiliki uang juga lebih memilih menyimpan dananya bukan dibelanjakan karena masih wait and see kondisi saat ini.

"Alhamdulilah demo yang terjadi beberapa hari lalu tidak terlalu berdampak karena mall tetap bukan dan tetap beroperasi seperti biasa," tutupnya.

Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved