Breaking News:

Pilkada 2020 di Sumsel

Bawaslu OI Rekomendasikan Diskualifikasi Ilyas-Endang, Petahana Masih Fokus Lanjut Kampanye

Bawaslu merekomendasikan kepada KPU OI agar pasangan itu didiskualifikasi, saat ini masih dirapatkan.

Editor: Refly Permana
tribunsumsel.com/nando
Pasangan bakal calon Bupati OI H M Ilyas Panji Alam MM dan Wakil Bupati Ir H Endang PU Ishak MSi mendatangi Sekretariat KPU Ogan Ilir. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ogan Ilir (OI) dikabarkan telah memutuskan jika calon Bupati petahana Ilyas Panji Alam dan wakilnya Endang PU Ishak telah melakukan pelanggaran.

Bawaslu merekomendasikan kepada KPU OI agar pasangan itu didiskualifikasi.

Keputusan Bawaslu OI mendiskualifikasi pasangan calon yang diusung dari PDIP, Golkar, Hanura dan PBB tersebut, berawal dari laporan masyarakat.

Ilyas sebagai Bupati petahana dilaporkan terkait rotasi pejabat dan hal- hal yang menguntungkan Ilyas.

Kata Prof Yuwono Ahli Mikrobiologi Sumsel, Pasien yang Sudah Sembuh dari Covid-19 tak Perlu Vaksin

"Informasinya memang Bawaslu OI sudah melakukan rapat pleno pada 5 Oktober lalu, dan hasil plenonya memutuskan ada pelanggaran adminsitrasi, sehingga diputuskan memberikan rekomendasi ke KPU OI untuk pendiskualifikasian paslon," kata Komisioner Bawaslu Sumsel, Syamsul Alwi, Jumat (9/10/2020).

Diterangkan Syamsul, hal itu ditangani oleh divisi pelanggaran karena jika dari segi perselisihan atau sengketa, laporan yang ada tidak memenuhi unsur- unsur yang ada.

"Itu ada laporan penanganan pelanggaran, kalau sengketa sudah ditolak karena tidak memenuhi unsur.

Informasinya ada laporan dugaan pelanggaran administrasi terkait ada perbuatan yang menguntungkan paslon tertentu ataupun merugikan paslon lain," jelasnya.

Selebgram Palembang Ikut Demo Omnibus Law di Palembang, Bergaya Nyentrik & Borong Makanan Gerobak

Ditambahkan Syamsul, sesuai UU nomor 10 tahun 2016, setelah diproses, diklarifikasi segala macam, karena Bawaslu OI diberikan kewenangan langsung, maka mereka memprosesnya dan dianggap memenuhi unsur pelanggaran, dan hasil rekomendasi sudah diserahkan ke KPU serempat.

"Kalau administrasi outputnya rekomendasi, dan itu sudah diserahkan ke KPU, tinggal KPU untuk memberikan sanksi yang dijatuhkan apa, terserah KPU.

Sebab berdasarkan PKPU, KPU bisa melakukan kajian ulang, masih bisa ditolak, diterima atau ditindaklanjuti seperti apa, dan itu kewenangan KPU mutlak," tandasnya.

Menyikapi hal tersebut, ketua KPU Sumsel Kelly Mariana memebanarkan adanta rekomendasi Bawaslu OI tersebut, dan saat ini masih mengkajinya bersama KPU OI.

Kejari Pastikan Kasus Pedestrian Muaraenim Terus Diselidiki, Kini Tunggu Hasil Perhitungan BPKP

"Kita masih rapat dulu," singkat Kelly.

Dihubungi terpisah, tim Advokasi paslon Ilyas- Endang, Firli Darta yang dimintakan komentar terkait hal tersebut belum mengetahuinya, dan saat ini Ilyas dan Endang fokus berkampanye bertemu ke masyarakat.

"Tidak ada, dan kita belum tahu ada rekomendasi itu. Sampai saat ini kita tetap beraktivitas berkampanye, berkeliling merebut simpati rakyat," tandas Firli.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved