Breaking News:

Biar Kesan Makin Megah, DPRD Palembang Menilai Benteng Kuto Besak Butuh Direvitalisasi oleh Pemkot

"BKB memiliki nilai sejarah yang harusnya diperhatikan secara khusus, hal ini menjadi dasar perlu adanya revitalisasi,"

SRIPOKU.COM/NISYAH
Benteng Kuto Besak Palembang, Minggu (15/12/2019) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pansus V DPRD Kota Palembang meminta agar Pemkot Palembang dapat memberikan perhatian khusus akan upaya revitalisasi Benteng Kuto Besak (BKB) sebagai salah satu cagar budaya yang ada di Kota Palembang ini.

Ketua Pansus V DPRD Kota Palembang, Yulfa Cindosari Amd, mengatakan bahwa upaya ini dapat dilakukan setelah disahkannya Perda tentang Pelestarian dan Pengelolaan Cagar Budaya Kota Palembang,

"BKB memiliki nilai sejarah yang harusnya diperhatikan secara khusus, hal ini menjadi dasar perlu adanya revitalisasi," ujarnya dalam paparan Paripurna ke 16 MP ke 3, Senin (5/10/2020).

Tak Diberi Jatah oleh Istri, Seorang Ayah Kandung Puluhan Kali Cabuli 2 Anak Gadisnya, Ngaku Khilaf

Meskipun kepemilikan BKB tidak bisa diambil alih oleh Pemkot Palembang, karena berada dibawah kepemilikan Kementerian Pertahanan.

Namun, menurut Yulfa, pengelolaan BKB dapat dilakukan oleh Pemkot Palembang, untuk menjadi icon baru Kota Palembang.

Dengan adanya revitalisasi ini, BKB dapat dikelola oleh Pemkot Palembang, agar masyarakat dan wisatawan dapat leluasa menikmati kemegahan BKB nantinya.

Peringkat Selingkuh Berdasarkan Zodiak, Awas! Ini Bintang Paling Gampang Berkhianat, Cek Tandanya

"Sehingga nantinya juga akan berdampak pada PAD Kota Palembang," ujarnya.

Ditegakkan peraturan tentang pelestarian dan pengelolaan cagar budaya ini juga tidak akan mengambil hak masyarakat sebagai ahli waris cagar budaya tersebut.

Justru menurut Yulfa, adanya Perda Cagar Budaya akan membuat pengelolaan situs-situs bersejarah lebih rapi dan tertata.

Sedangkan hak dan kewajiban pemilik cagar budaya tidak akan diambil oleh pemerintah.

"Hak tanah atau bangunan cagar budaya masih milik warga jika sebagai ahli waris, hanya saja pemerintah akan melakukan pendataan, dan menetapkan sebagai cagar budaya," ujarnya.

Video: Berada di Perbatasan Banyuasin-Palembang, SMPN 41 Palembang Gelar Belajar Daring

Penetapan cagar budaya nantinya juga dapat menguntungkan masyarakat dalam hal memperkenalkan warisan cagar budaya sebagai objek wisata yang menarik pengunjung lokal maupun internasional.

Dia berharap Raperda Cagar Budaya dapat ditindaklanjuti dengan adanya perwali, sehingga Pemkot Palembang dapat memelihara aset cagar budaya.

"Cagar budaya tidak terbengkalai, dan menjadi salah satu tujuan wisata, tentu ini akan menambah PAD dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved