Pilkada 2020 di Sumsel

Ahli Epidemiologi Khawatir Potensi Klaster Baru di Pilkada Serentak Sumsel 2020

Tahapan Pilkada Serentak 2020 dipastikan tetap berjalan sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 5 Tahun 2020.

Penulis: maya citra rosa | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / ANTON
Ilustrasi Pilkada di Sumsel 

Ahli Epidemiologi Khawatir Potensi Klaster Baru Pilkada Serentak di Sumsel 2020

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Tahapan Pilkada Serentak 2020 dipastikan tetap berjalan sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 5 Tahun 2020.

Keputusan yang diambil oleh pemerintah dalam hal ini tetap melanjutkan tahapan pilkada meskipun dalam masa pandemi Covid-19, dinilai sangat berisiko.

Ahli Epidemiologi Sumsel, Dr.Iche Andriyani Liberty, SKM., M.Kes mengatakan bahwa risiko dalam melanjutkan tahapan pilkada terjadi, apabila tidak diimbangi dengan komitmen pengendalian Covid-19 secara optimal.

Pengendalian Covid-19 dengan Testing-Tracing-Treatment atau 3T harus dapat dilakukan secara optimal dan melaksanakan semua peraturan dengan protokol kesehatan ketat.

Namun dalam praktiknya, Iche pesimis tahapan pilkada akan sesuai dengan protokol kesehatan ketat, terutama saat tahapan kampanye dimulai.

Kampanye yang sifatnya tatap muka secara langsung dapat memicu kerumunan, yang mana akan sulit pengendaliannya.

"Saya pesimis bisa sesuai harapan. Apalagi kampanye yang sifatnya Offline. Selain memicu kerumunan, mengendalikan massa itu yg sulit, belum lagi ketika sanksinya tidak ditegakkan," ujarnya saat diwawancarai via whatsapp, Rabu (30/9/2020).

Pilkada Serentak 2020 ini juga dikhawatirkan berpotensi menjadi klaster baru.

Hal ini karena belum optimalnya testing kepada masyarakat, berarti kemungkinan masih banyak orang yang positif yang tidak terdeteksi berada diluar sana.

"Kita juga harus ingat bahwa sejarahnya bahwa kasus skrg ini berawal dari satu orang yang membawa," ujarnya.

Bahkan jika muncul sebagai klaster baru, dapat dibayangkan bagaimana besarnya beban dalam bidang kesehatan yang akan bertambah.

"Apa lagi sampai muncul kluster baru, bisa dibayangkan bagaimana besarnya beban nantinya," ujarnya.

Pilkada 7 Kabupaten di Sumsel Digelar di Tengah Covid-19, Pengamat Nilai Kebijakan Paradoks

 

KPU Sumsel Pastikan Pilkada Tetap Digelar di Tengah Covid-19, Siapkan Bilik Khusus & Sarung Tangan

Siapkan Bilik Khusus

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved