Breaking News:

Bikin BRI Merugi 1 Miliar Lebih, 5 Warga Dituntut 1,5 Tahun & 2 Tahun, Transaksi tanpa Kurangi Saldo

Lima terdakwa, yakni Ahmad Imaduddin (23), Erik Kantona (24), Wais Al-Qorni (27), Loreno Gresyia (31) dan Mentari Suryani (26), dan Derli (23).

Editor: Refly Permana
sripoku.com/chairul nisyah
Sidang tuntutan lima terdakwa pembobol saldo BRI. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kelima terdakwa kasus pelanggar undang-undang ITE serta tindak pidana pencucian uang dengan modus memanfaatkan kelemahan sistem keamanan BRI melalui aplikasi Linkaja, dituntut 1,5 dan 2 tahun penjara.

Hal tersebut dibacakan jaksa dihadapan majelis hakim dalam persidangan virtual di Pengadilan Negeri Palembang, Klas 1A Khusus, Rabu (23/9/2020).

Lima terdakwa, yakni Ahmad Imaduddin (23), Erik Kantona (24), Wais Al-Qorni (27), Loreno Gresyia (31) dan Mentari Suryani (26), dan Derli (23).

Para Pemain Sriwijaya FC Discan Suhu Badan Saat Masuk Stadion Sumpah Pemuda Bandar Lampung

Dibacakan jaksa dalam tuntutanya, keenam terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan tindak pidana dua pasal sekaligus.

Para terdakwa terbukti secara sah melakukan perbuatan melawan hukum melanggar Undang Undang ITE serta Undang Undang Tindak Idana Pencucian Uang yakni Pasal 46 ayat 1 jo Pasal 30 ayat 1 UU nomor 19 tahun 2016 dan Pasal 3 atau 5 UU nomor 8 tahun 2010.

"Menuntut agar para terdakwa dipidana penjara selama 1,5 tahun, untuk terdakwa Derli sebagaimana perbuatannya menuntut agar terdakwa dipidana penjara selama 2 tahun," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam pembacaan tuntutannya.

Hilang Bak Ditelan Bumi Pasca Dinikahi Bangsawan Bali, Aktris Ini Ngaku Pernah Jual Togel & Bangkrut

Terungkap dalam pembacaan tuntutan, perbuatan para terdakwa terjadi pada Desember 2019 silam.

Adapun modus yang dilakukan memanfaatkan kesalahan sistem pada BRI yang menyebabkan nasabah yang bertransaksi Top Up LinkAja melalui BRIVA BRI di ATM/CRM BRI dana di rekeningnya tidak berkurang.

Hal tersebut mengakibatkan saldo terdebit dari transaksi Top Up Link Aja melalui BRIVA ATM menjadi ter-reversal. 

Mendiang dr Rika Calon Spesialis Mata di Palembang di Mata Rekan, Walau Perempuan Dia Itu Ketua

Mengetahui hal itu secara bertahap masing-masing terdakwa melakukan transaksi pencairan uang tanpa mengurangi saldo rekening dari akun virtual LinkAja Bank BRI ke beberapa ATM di kota Palembang, seperti ATM Bank BRI di Supermarket JM Plaju, ATM Bank BRI di Indomaret OPI Palembang, PLG-Indomaret Bagus, IDM Bagus Kuning, PLG-PD Keramik Indah, SPBU 23.306.23, Tribun Sumsel, JM Kenten, RS Azzahra, BRI KCP Sako, Pempek Patiko, dan BRI Unit Sudirman Km 12.

Bahwa akibat perbuatan para terdakwa tersebut Bank BRI dalam dakwaan yang terpisah tersebut diduga mengalami kerugian total Rp 1,1 Milyar lebih, dengan rincian untuk terdakwa Ahmad Imaduddin diduga menggasak Rp 15.5 Juta, Terdakwa Derli dan Erik Kantona Rp 946 Juta, dan Terdakwa Wais Al-Qorni, Mentari Suryani, Loreno Gresyia Rp 175 juta.

Menanggapi tuntutan jaksa, Eka Sulastri SH selaku salah satu penasihat hukum terdakwa mengatakan bahwa tuntutan jaksa itu menurutnya tidak sesuai dengan perbuatan terdakwa selaku kliennya.

Sering Diucapkan untuk Orang yang Menikah, Begini Arti Kata Sakinah Mawaddah Warahmah Tersirat Doa

"Terdakwa memang telah mengakui perbuatannya tapi nanti akan kita sampaikan pada pledoi pekan depan," kata Eka ditemui usai sidang.

Eka menambahkan terkhusus untuk terdakwa Derli yang dituntut lebih tinggi dari yang lainnya itu menurutnya memang peran terdakwa terungkap dalam persidangan yang paling banyak ambil uang itu.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved