Hubungan Minangkabau dan Sriwijaya
Menelisik Hubungan Antara Minangkabau dan Sriwijaya
Bicara Minangkabau kita tidak dapat melupakan Kerajaan Sriwijaya yang berkembang semenjak abad ke-7 dan mulai menurun abad ke-13.
Penulis: Salman Rasyidin | Editor: Salman Rasyidin
Tidak lama ia kembali ke Melayu dan menjadi raja Melayu Darmasraya pada tahun 1347.
Ia meluaskan kekuasaan nya ke pedalaman Minangkabau, suatu tempat yang strategis untuk menguasai perdagangan ke pantai barat dan timur Sumatra.
Kerajaannya bernama Kanakamedinidra atau pulau emas.
Salah satu pembantu Adityawarman adalah Tuan Parpatih, seorang yang ikut menyusun masyarakat dengan musyawarah.
Inilah kebangkitan kembali adat Minangkabau menurut dua sistem yang disebut Lareh Koto Piliang dan Lareh Bodi Chaniago, di bawah tokoh Datuk Katumanggungan dan Datuk Parpatih Nan Sabatang.
Pada akhir hayatnya Adityawarnan berselisih dengan belahan nya di Darmasraya.
Pada saat itu ia berusia 80 tahun.
Ia menobatkan anaknya sebagai putra Mahkota.
Sembari bersamaan sinar islam telah berkembang di Sumatra, karerdj pantai barat dan timur telah banyak saudagar saudagar muslim.
Kerajaan Samudera Pasai berdiri dab menyebarkan pengaruhnya ke nusantara melalui bandar Malaka.
Demikianlah penulis mencoba penelusuran literatur yang ada.
Tentu ini bukan satu satunya informasi.
Pasti ada pendapat yang lain yang tentunya saling mendukung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/a-subari1.jpg)