Distributor Semen Baturaja Laporkan Oknum Aiptu di Ogan Ilir Gelapkan 1,7 Miliar, Pidana dan Profesi

DS dilaporkan secara etik karena DS anggota Polri yang masih aktif bertugas di salah satu polsek di Kabupaten Ogan Ilir.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/rere
Kuasa hukum Alamsyah, Irsan Gusfrianto saat menunjukan bukti laproan ke Propam Polda Sumsel 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Seorang oknum kepolisian di wilayah hukum Ogan Ilir berpangkat Aiptu berinisial DS dilaporkan oleh Direktur CV Kagum, yang merupakan distributor Semen Baturaja, ke Propam Polda Sumsel Jumat (18/9/2020).

Aiptu DS dilaporkan karena melakukan penggelapan uang penjualan semen sebesar 1,7 miliar.

Didampingi kuasa hukumnya, yakni Irsan Gusfrianto, Alamsyah selaku korban melaporkan DS ke Propam Polda Sumsel dengan nomor : STTLP / 115 / YAN 2.5 / IX / 2020 / YANDUAN.

Kondisi Cewek Berhijab yang Ditemukan Nyaris Tanpa Busana di Hutan Pinus, Korban Pemerkosaan Teman

DS dilaporkan secara etik karena DS anggota Polri yang masih aktif bertugas di salah satu polsek di Kabupaten Ogan Ilir.

Dikatakan kuasa hukum Alamsyah, Irsan Gusfrianto, terhitung hari ini kliennya sudah membuat dua laporan terhadap Aiptu DS.

Yang pertama pidana umum yakni penggelapan dengan pemberatan dan yang kedua melaporkan secara etik di Propam Polda Sumsel.

Terakhir Mabar Mobile Legend, Cerita Teman Mendiang Udin yang Kecelakaan di Soekarno Hatta Palembang

"Dengan dua laporan yang sudah kami buat ini kami berharap Kapolda Sumsel mengatensi laporan kami.

Kemudian kepada penyidik yang menangani kasus ini diharapkan untuk menggali lebih dalam lagi terkait aliran uang yang telah digelapkan oleh terlapor," kata Irsan, Jumat (18/9/2020).

Irsan mengatakan akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas sambil memonitor perkembangan kapan terlapor akan diperiksa.

Virus Corona Itu Serang Pernafasan, Ilmuwan Inggris Uji Coba Vaksin yang Dihirup, bukan Disuntik

"Dalam laporan pidana umum, korban yakni klien kami Alamsyah sudah diperiksa dan menyerahkan sejumlah bukti bukti terkait penjualan semen dan nota keuangan CV Kagum," kata Irsan.

Selain itu, kata Irsan pihaknya juga akan melayangkan surat ke Kapolda agar mengatensi laporan yang mereka buat.

Sebelumnya Aiptu DS dilaporkan oleh direktur utama CV Kagum karena diduga melakukan penggelapan uang sebesar 1,7 miliar ke SPKT Polda Sumsel.

Modusnya terlapor dipercayakan oleh klien pelapor sebagai sales yang bertugas untuk menemui sejumlah toko bahan bangunan.

Stok Buku Murah Ditambah Lagi Ribuan Buku Seharga Rp10 Ribu, Menanti Dimiliki!

"Terlapor ini dipercayakan oleh klien saya sebagai sales yang bertugas menemui sejumlah toko bangunan yang menjual semen, supaya toko semen mengorder semen ke distributor semen klien saya," kata Irsan.

Setelah mendapatkan orderan tersebut, semen pun langsung didistribusikan sesuai dengan pesanan. Namun uang hasil orderan semen tersebut tidak diserahkan oleh terlapor.

Begitu hasil pembukuan dalam satu tahun di rekap, terlihat adanya kekurangan uang orderan yang belum disetorkan sebesar 1,7 miliar dari satu tahun yang lalu.

Dikatakan Irsan, pihaknya sudah berupaya menghubungi terlapor namun tidak ada itikad baik sama sekali dari terlapor untuk menyelesaikan masalah ini.

Virus Corona Masih Meningkat, Pilkada 2020 Bisa Saja Ditunda Meski Tahapan Kini Sudah Dimulai

Kepala siaga 3 SPKT Polda Sumsel Kompol Kahar Muzakir mengatakan sudah menerima laporan yang diajukan oleh pelapor dan akan menindak lanjuti laporan tersebut.

"Laporannya sudah kita limpahkan ke Ditreskrimum Polda Sumsel, berdasarkan laporan tadi itu memanga ada oknum kepolisian yang dilaporkan," kata Kahar.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved