Breaking News:

Berita Muba

GURU di Muba Ini 'Sulap' Potongan Kayu Nangka Menjadi Alat Musik Kecapi, Hasilnya Sangat Luar Biasa!

Guru SMPN 2 Rantau Panjang kecamatan Lawang Wetan Muba ini mengubah potongan kayu nangka kering menjadi alat musik kecapi.

SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Torus guru SMPN 2 Rantau Panjang kecamatan Lawang Wetan Muba ketika mencoba kecapi buatannya sendiri. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Mengubah barang yang tak berguna menjadi suatu alat musik yang bernilai seni merupakan keahlian Torus.

Guru SMPN 2 Rantau Panjang kecamatan Lawang Wetan Muba ini mengubah potongan kayu nangka kering menjadi alat musik kecapi.

Torus memulai membuat alat musik tradisional tersebut sejak masa pandemi Covid-19.

Hasil buatannya sendiri untuk dijual dan sampai saat ini peminatnya sudah ada.

"Saya pikir selama ini kayu nangka tidak berguna. Namun saat dibuat menjadi kecapi, tekstur kayu sangat cocok dan cukup ringan. Untuk harganya saya kasih Rp700 ribu per buah," ujarnya.

Meskipun terlihat sederhana, namun bagi Torus membuat kecapi butuh keterampilan dan kesabaran.

Apalagi proses pembuatan kecapi memakan waktu sampai dua Minggu.

"Sekalian memanfaatkan waktu luang saja. Biasanya sehabis mengajar saya langsung meraut kayu," ungkap guru yang mengajar mapel Kewarganegaraan ini.

Tak hanya pintar membuat, jemari tangan Torus juga terampil memainkan alat musik tradisional yang yang lekang oleh waktu itu.

Warga Muba yang tidak Patuh Protokol Kesehatan Siap-siap Didenda Rp 20 Ribu, Pengusaha Bisa 500 Ribu

Pemkab Muba Bakal Bangun Stasiun Pamantau Keamanan dan Keselamatan Laut di Kecamatan Lalan

Muba Pesan Masker Produksi Putra Perantau Muba di Bandung, Untuk Penuhi Program Sejuta masker

Alat musik kecapi dari potongan kayu nangka buatan Torus Guru SMPN 2 Rantau Panjang kecamatan Lawang Wetan Muba
Alat musik kecapi dari potongan kayu nangka buatan Torus Guru SMPN 2 Rantau Panjang kecamatan Lawang Wetan Muba (SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI)

Menurutnya kecapi adalah alat musik unik, suaranya yang khas dari petikan senar menciptakan nada yang indah jika dimainkan dengan benar.

"Dari pada berdiam diri di rumah selama masa Covid ini, mending mengisi waktu luang dengan bermanfaat. Lagipula hasilnya bisa dijual," ujarnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved