Inilah 4 Masalah Kulit saat Ibu Hamil & Cara Aman Mengatasinya: Topeng Kehamilan hingga Kulit Gatal
Meskipun masalah kulit pada ibu hamil merupakan hal normal, namuan kerap membuat cemas, terlebih jika hal tersebut terjadi pada kehamilan anak pertama
SRIPOKU.COM - Hamil menjadi momen membahagiakan bagi setiap calon ibu. Namun karena adanya perubahan hormon, kehamilan seringkali disertai dengan timbulnya masalah kulit.
Meskipun masalah kulit pada ibu hamil merupakan hal yang normal, namuan kerap membuat ibu cemas, terlebih jika hal tersebut terjadi pada kehamilan anak pertama.
Nah, ada beberapa masalah kulit yang biasa terjadi pada ibu hamil, dan cara mengatasinya.
• Sayang Dilewatkan - Inilah Beberapa Nutrisi dan Manfaat Daun Singkong: Baik untuk Ibu Hamil
• Inilah 10 Cara Mencegah Cedera Saat Olahraga (1): Konsultasi dengan Dokter dan Mulai Secara Bertahap
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

1. Topeng kehamilan
Masalah kulit ini muncul seperti bercak kehitaman akibat peningkatan Melanocyte Stimulating hormone, menyusul perubahan hormon esterogen dan progestero.
Untuk mengatasinya, ibu bisa menggunakan produk yang tidak mengandung pemutih, menggunakan tabir surya fisik, dan menggunakan pelindung fisik.
“Seperti topi, kacamata hitam, dan hindari paparan matahari berlebih.”
Demikian dikatakan Dr.dr. Raendi Rayendra SpKK, M.Kes dalam diskusi daring “101 Kekhawatiran Permasalahan Kulit Saat Hamil dan Menyusui”.
Acara tersebut digelar dalam rangka Launching Mama’s Choice Glowing Series, Senin (7/9/2020) kemarin.
Kabar baiknya, masalah ini nantinya akan lenyap setelah ibu melahirkan si kecil.
Studi Ungkap Menurunkan Berat Badan Bisa Mengurangi Risiko Kanker. (Bet_Noire)
2. Jerawat
Jerawat yang muncul saat hamil disebabkan oleh hormon androgen yang meningkat.
Hal ini menyebabkan produksi sebum meningkat dan hiperkeratinisasi serta minyak banyak di kulit yang memicu sumbatan.
“Lalu menjadi komedo yang jadi inflamasi yakni jerawat yang bernanah-nanah,” ujar Raendi.
Belum lagi ketidaknyamanan ibu hamil yang sudah memasuki trimester kedua dan ketiga yang membuat jam tidur tidak menentu dan tidur yang kurang nyenyak.
"Ini semakin menambah hormon androgen tadi,” kata Raendi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kulit-ibu-hamil.jpg)