Breaking News:

Berita Prabumulih

Ajari Mengaji Narapidana, Sutrisno Wakili Prabumulih di Ajang MTQ Tingkat Provinsi Sumsel

Pria kelahiran 1 Oktober 1996 ini bertutur kata dan berprilaku lembut namun tegas, menjadi panutan para narapidana khususnya dalam belajar mengaji.

Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/Edison Bastari
Sutrisno-petugas keamanan penjara di Rutan Kelas IIB Prabumulih, Jumat (4/9/2020) 

SRIPOKU.COM, PRABUMULIH - Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) atau dulu sering disebut sipir, identik dengan muka sangar dan kasar. Namun hal itu tidak bagi Sutrisno yang merupakan pegawai keamanan Rutan Kelas IIB Prabumulih.

Pria kelahiran 1 Oktober 1996 ini bertutur kata dan berprilaku lembut namun tegas serta menjadi panutan para narapidana khususnya dalam belajar agama maupun Al Quran.

Betapa tidak, selain menjadi petugas keamanan Rutan, Sutrisno adalah ustadz yang memberikan pendidikan rohani serta mengajari para narapidana di rutan belajar mengaji.

Tidak hanya itu, kebiasaan mengaji sejak kecil bahkan mengantarkan suami Siti Hamidah itu menjadi aatu diantara Qori andalan yang diutus Pemerintah Kota Prabumulih untuk bertanding di ajang Musabakoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Beragam prestasi gemilang diraih alumni SMA Azhara itu mulai sejak duduk di bangku putih abu-abu hingga saat ini. Sutrisno pernah mewakili Muba tahun 2016 di Linggau juara 3 kategori remaja ajang MTQ dan pernah juga ikut lomba di Muba juara 1.

Selain mengajar ngaji para narapidana, di sela-sela waktu sebagai petugas jaga Sutrisno bahkan sering mengisinya dengan membaca Al Quran.

Soal Pemindahan Agen Sayur dan Sembako, Ridho Sebut Masak Palembang Bisa, di Prabumulih tidak Bisa

4 Perwira di Lingkungan Polres OKI Alami Pergantian Jabatan, Ada yang Berpangkat AKBP

Hari Pelanggan Nasional, PLN Luncurkan Layanan Super Merdeka UMKM/IKM, Kemudahan Bagi Bisnis Kecil

"Alhamdulillah saat bekerja saya baca Al Quran didukung dan banyak yang senang, saya mengajar tidak seluruh narapidana tapi sekitar 40 lebih dan mereka itu saya minta setoran hapalan serta diminta mengajarkan di teman-teman mereka di blok," ungkap Sutrisno ketika dibincangi di rutan Prabumulih sebelum diberangkatkan Pemkot Prabumulih mewalili MTQ Prabumulih.

Pria yang beralamat di Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur itu mengaku sejak 2017 bertugas di Prabumulih dan telah menetap menjadi warga kota nanas serta baru dua bulan menikah.

"Saya belajar Al Quran dari SMA dan selalu belajar, setiap selesai salat Isya saya baca Al Quran," lanjut pria kelahiran Sukaraja Kabupaten Ogan Ilir itu seraya menyebutkan ia baru hafiz 2 juz Al Quran.

Disinggung apa suka duka mengajar para narapidana, Sutrisno mengaku sukanya yakni merasa senang bisa membagikan ilmu dan para narapidana menjadi rajin beribadah.

"Dukanya tidak ada hanya terkadang memang ada narapidana yang susah nangkap tapi itu bukan duka namun tantangan, karena banyak yang diajari lebih dewasa semua," katanya.

Dirinya berharap dengan mengajarkan ilmu agama ke para warga binaan rutan Prabumulih diharap dapat membuat para warga binaan sadar dan tidak lagi melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

"Harapan kita apa yang diajarkan bermanfaat dan membuat mereka lebih mendalami agama serta tidak melakukan prilaku menyimpang serta melanggar hukum," tambahnya. (eds)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved