Breaking News:

2 Desa Ini Terkaya di Indonesia, tidak ada Batubara atau Sumber Alam lainnya, Pendapatan Rp50 Miliar

Berikut ini dua desa di Indonesia yang berhasil menerapkan program pemerintah Joko Widodo yakni Transfer ke Daerah dan Desa (TKDD).

Tangkap layar YouTube KEMENDES PDTT
Desa Kutuh, Kabupaten Badung, Bali 

Dikutip melalui keterangan laman Instagram Presiden RI Joko Widodo pada Juni 2019, keberhasilan Desa Kutuh ditandai dalam membenahi fasilitas wisata khususnya paralayang.

"Sebulan yang lalu, saya juga berkunjung ke Desa Kutuh. Desa ini berhasil memanfaatkan dan mengelola Dana Desa, di antaranya dengan membenahi fasilitas wisata olahraga untuk paralayang ini.

Di Desa Kutuh Anda bisa ikut kompetisi paralayang, juga sekadar menikmati keindahan hamparan tebing dan pantai Nusa Dua seperti pasangan pengantin ini.

Selamat menempuh hidup baru. Selamat menikmati keindahan Desa Kutuh," tulis Joko Widodo.

Dalam unggahan lainnya, Joko Widodo juga mengungkapkan transisi pembangunan Desa Kutuh menjadi lebih maju.

"Semula tak ada yang menjanjikan dari Desa Kutuh di Kabupaten Badung, Bali. Daerahnya tandus, berbatas pantai dan batu-batu karang, dan dikelilingi gunung. Warganya jadi petani dan nelayan.

Dana Desa yang datang mengucur setiap tahun sejak tahun 2015 telah mengubah wajah Desa Kutuh. Uang sekitar satu miliar setahun itu dimanfaatkan untuk membangun sarana yang menunjang ekonomi masyarakat: jalan desa 957 meter, jembatan, pasar desa, BUMDes, tambatan perahu, embung, irigasi, dan sarana olahraga," tulis keterangan unggahan Joko Widodo.

Desa Kutuh kini menjelma menjadi tempat tujuan wisata bahkan hingga mancanegara.

"Hasilnya terlihat dengan cepat. Desa Kutuh menjelma jadi desa tujuan wisata, terutama sport tourism. Desa Kutuh menyewakan lapangan bola untuk latihan dan kompetisi, bahkan ada lomba paralayang yang dalam setahun bisa menghasilkan Rp800 juta. Pantai Pandawa di desa ini juga jadi ikon pariwisata baru yang dikunjungi wisatawan mancanegara," tambahnya.

Dengan kualitas pengelolaan dan pelayanan pariwisata yang terus meningkat, Desa Kutuh mampu meraup pendapatan Rp50 miliar.

"Dari semua kegiatan, Desa Kutuh mendapatkan imbal balik sampai Rp50 miliar per tahun. Desa Kutuh mampu keluar dari jerat kemiskinan dengan memanfaatkan dan mengelola dana desa dari pemerintah pusat dengan tepat dan efisien," tulis Joko Widodo.

Keberhasilan Desa Kutuh membuat Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi (KEMENDES PDDT) tertarik untuk mengulasnya, ulasan secara lengkap diunggah di channel youtube milik KEMENDES PDDT, berikut videonya.

Herman Deru Optimis Resesi Ekonomi Masih Dapat Dihindari di Sumsel, Ratas Bersama Presiden RI Jokowi

Mengenal Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah dengan Pendapatan Tinggi

Tak kalah dari Desa Kutuh, Desa Ponggok juga Memiliki Pendapatan yang fantastis.

Halaman
123
Penulis: Tria Agustina
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved