Jangan Dibuang! Simpan Jika Masih Simpan Uang Koin Rp 500 Tahun 1991, Jadi Buruan Tembus Rp 500 Juta

Setelah ramai uang koin pecahan Rp 1.000 dua warna yang laku Rp 100 juta, uang koin Rp 500 juga harganya tembus Rp 500 juta.

Editor: Fadhila Rahma
Bukalapak
Uang Koin Rp 500 Tahun 1991 

SRIPOKU.COM - Mendadak jadi rebutan bikers gara-gara harganya tembus Rp 500 juta, bener gak nih uang koin Rp 500 tahun 1991 terbuat dari emas?.

Beberapa hari ini heboh soal uang koin atau uang logam pecahan 500 rupiah.

Uang koin Rp 500 yang berwarna kuning dengan gambar bunga melati dan burung Garuda mendadak jadi buruan bikers dan masyarakat.

Setelah ramai uang koin pecahan Rp 1.000 dua warna yang laku Rp 100 juta, uang koin Rp 500 juga harganya tembus Rp 500 juta.

Apa bener bahan baku pembuatan uang koin Rp 500 tahun 1991 terbuat dari emas murni?

Konon, uang logam Rp 500 tahun 1991 yang berwarna kuning emas sempat menghebohkan karena disebut-sebut mengandung emas.

Puasa Tasua Bisa Dimulai Besok Hari Jumat 28 Agustus 2020, Ini Niat dalam Bahasa Arab, Latin & Arti

Adegan Dalam Drama Korea Ini Kena Saksi Komisi Penyiaran, Dinilai Pelecehan Seksual, Sudah Tamat!

Terkenal di Negara Lain, Ternyata Tabiat Asli Jackie Chan Dibenci Orang Hongkong, Ini Alasannya!

Jika uang tersebut dilihat, akan tampak kuning mengkilat seperti emas asli.

Pada masanya, uang koin bergambar bunga melati ini juga sampai dibuat cincin.

Tahun berganti, uang seri baru pun dikeluarkan sehingga uang Rp 500-an ini sudah mulai jarang ditemui.

Meskipun demikian, masih banyak orang merasa penasaran dan bertanya-tanya, benarkah uang logam lima ratusan berwarna kuning keluaran tahun 1991 mengandung emas?

Apa sebenarnya bahan yang membuat uang koin ini istimewa dan warna kuningnya terlihat mengkilat seperti emas?

Dirangkum TribunTravel dari berbagai sumber, berikut beberapa fakta yang akan memberimu jawaban tentang misteri uang koin 500-an yang diklaim ada emasnya.

1. Biaya produksi uang

Biaya produksi uang koin meliputi nilai bahan baku dan teknologi (nilai interinsik) harus lebih rendah dari nominal yang tertera.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved