Vaksin Covid-19 Fase Uji Klinis 3, Siapa Prioritas Pertama Mendapatkannya
Kandidat Vaksin Covid-19 kini memasuki fase uji klinis tahap 3. Siapakah orang prioritas mendapatkan vaksin pertama jika Vaksin sudah bisa digunakan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sejumlah kandidat vaksin Virus Corona saat ini sedang masuk dalam tahap uji klinis tahap 3.
Lalu siapa sajakah orang yang harus mendapatkan vaksin, jika vaksin tersebut telah selesai jalani uji klinis dan diproduksi secara massal?
Haruskah setiap orang mendapatkan vaksin tersebut, meskipun orang tersebut telah sembuh?
Prof Dr dr Yuwono M Biomed, Ahli Mikrobiologi Sumsel memberi catatan beberapa hal sebagai berikut.
Pertama, orang pertama yang harus mendapatkan vaksin Virus Corona adalah orang yang beresiko tinggi.
Menurutnya, orang yang mempunyai riwayat penyakit yang dapat memperparah dampak apabila dia terpapar Covid-19 , sebaiknya yang paling pertama mendapatkan vaksin.
"Karena seperti yang diketahui bahwa orang yang bergejala, atau disebut Simptomatik lebih beresiko daripada orang yang tanpa gejala atau Asimptomatik," ujarnya.
Kedua, vaksin Covid-19 yang sudah menjadi pandemi ini harus masuk dalam program pemerintah.
Artinya, masyarakat tidak boleh mengeluarkan uang untuk membeli vaksin tersebut.
Melainkan vaksin harus diberikan secara gratis dan dikhususkan kepada orang-orang yang beresiko terpapar Covid-19.
"Seperti dulu ada program imunisasi nasional, suntik polio, campak dan sebagainya," ujarnya.
Ketiga, orang yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 tidak perlu lagi mendapatkan vaksin.
Hal ini karena, orang sudah dinyatakan sembuh artinya memiliki imunitas, antibodi G atau Immunoglobulin G (IgG) untuk melindungi dirinya dari Covid-19.
"Jadi mereka yang sudah sembuh, tidak perlu lagi disuntik vaksin," ujarnya.
• Rajin Berjemur & Rutin Latih Pernafasan, Kunci dr Zamir Satgas Covid-19 PALI Sembuh dari Corona
• Pengakuan Relawan Yang Jalani Uji Klinis Vaksin Covid-19, Tunggu Izin Produksi BPOM Sebelum Disebar
• Kapan Vaksin Covid-19 Tersedia? Pemerintah Sebut 2 Lembaga Lakukan Penelitian, Ini Rentang Waktunya
Selain itu, menurutnya Pemerintah Indonesia sudah memastikan akan menerima bulk atau konsentrat Ready to Fill (RTF) vaksin Covid-19 Sinovac sebanyak 50 Juta dosis pada November 2020 hingga Maret 2021.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kabar-baik-dari-who-70-vaksin-covid-19-dikembangan-3-lembaga-diantaranya-asal-china-dan-as.jpg)