Trend Perkawinan Usia Anak
Menelisik Trend Perkawinan Usia Anak
Kita beralih sejenak dari isu pandemi Covid, menelisik tentang perkawinan anak yang mungkin terus terjadi saat ini.
Oleh: Dana Megayani, S.ST, M.Si
Statistisi Madya BPS Sumsel
Kita beralih sejenak dari isu pandemi Covid, menelisik tentang perkawinan anak yang mungkin terus terjadi saat ini.
Sebab, beberapa saat terakhir, usia perkawinan tidak lagi mematuhi kaidan perundangan-undangan yang berlaku maupun scara syariat Islam
Berdasarkan data penelitian Pusat Kajian Gender dan Seksualitas Universitas Indonesia beberapa tahun lalu, terungkap angka perkawinan anak di Indonesia peringkat kedua teratas di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
Kita tahu bahwa salah satu unsur pokok dalam kehidupan masyarakat yang sempurna adalah menikah. Hal ini merupakan kebutuhan manusia.
Dengan pernikahan akan lahir generasi baru untuk melanjutkan generasi sebelumnya.
Problema saat ini, bagaimana bila pernikahan itu dilakukan saat masih usia anak?
Pernikahan dini atau perkawinan usia anak mengakhiri masa remaja anak perempuan, yang seharusnya menjadi masa bagi perkembangan fisik, emosional dan sosial sebelum memasuki masa dewasa.
Hal ini diyakini menjadi salah satu faktor penyumbang kematian ibu saat melahirkan karena alat reproduksi perempuan muda belum mapan sehingga tak bisa berfungsi maksimal untuk melahirkan, sekaligus pemicu terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Berbagai dampak buruk yang telah teridentifikasi, maka dalam target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030 nanti targetnya akan menghilangkan praktik perkawinan anak.
Dahulu, Perkawinan usia anak atau anak usia dini identik dengan perjodohan yang dilakukan oleh orang tua dengan alasan ekonomi.
Pemerintah menyebut bahwa pernikahan dini akan menyumbang terjadinya kemiskinan.
Bila anak menikah usia dini, maka secara otomatis akan berhenti mengenyam pendidikan atau sekolah.
Juga saat melahirkan anak, maka orangtua dari anak yang lahir itu harus bekerja untuk menghidupi anak dan keluarga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/dana-mega.jpg)