Inilah Tren Jas Pengantin Pria di Pesta Pernikahan New Normal
Dengan konsep pernikahan yang sederhana, calon pengantin pun umumnya menyesuaikan diri dengan busana yang lebih simpel.
SRIPOKU.COM - Di tengah pandemi Covid-19 yang belum berlalu, upacara pernikahan tetap bisa dilakukan, tetapi acara berlangsung terbatas dan hanya boleh dihadiri oleh keluarga inti saja.
Dengan konsep pernikahan yang sederhana, calon pengantin pun umumnya menyesuaikan diri dengan busana yang lebih simpel. Tak terkecuali dengan jas pengantin laki-laki.
• Inilah 3 Cara mencegah diabetes gestasional: Makan Makanan Sehat dan Tetap Aktif
• Apakah Merokok Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi?
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Dituturkan oleh desainer Tailor Wong Hang, Samuel Wongso, saat ini terjadi perubahan besar dalam industri pernikahan karena berbagai keterbatasan untuk menerapkan protokol kesehatan.
“Bagi pasangan yang akan tetap melanjutkan pernikahan, style nya berubah. Untuk jas misalnya, kalau dulu yang disukai untuk resepsi yang modelnya glamor, sekarang arahnya pakai jas biasa yang simple,” kata Samuel dalam acara diskusi virtual Oppo Find X2 Ultimate Talks (4/6).

Desainer tailor Wong Hang, Samuel Wongso. (Dok pribadi)
Untuk jas pengantin laki-laki, menurut Samuel biasanya dipakai yang bahannya lebih sederhana atau memakai material kain polos.
“Biasanya pengantin pria memakai tuxedo untuk acara resepsi di ballroom dan dihadiri banyak orang. Pakai dasi kupu-kupu dan juga jas ala-ala James Bond. Tapi kalau sekarang lebih sederhana, pakai jas biasa dan dasi panjang,” ujarnya.
Untuk melengkapi penampilan, tak jarang calon pengantin juga minta dibuatkan masker dengan sisa bahan jas agar tampilannya lebih senada.

Contoh model jas pengantin laki-laki. (Wong Hang Tailor)
"Untuk masker dibuatnya satu lapis bahan saja karena biasanya bahan jas itu dari wol jadi lumayan tebal. Maskernya juga untuk dipakai beberapa jam saja selama acara, kalau untuk sehari-hari pasti pengap," imbuh Samuel.
Acara pesta pernikahan di era pandemi ini biasanya hanya dilakukan di rumah ibadah dengan dihadiri tak lebih dari 10 orang, serta tanpa pesta resepsi.
Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/sang-pengantin-pria-tak-kuasa-menahan-air-mata_20151210_102918.jpg)