HUT Kemerdekaan RI

Perang 5 Hari 5 Malam Palembang Bermula dari Pasukan Belanda Mabuk Lewati Batas Garis Demarkasi

"Mereka melampaui daerah garis demarkasi yang sudah disepakati. Kendaraan Jeep itu melintasi Jalan Tengkuruk membelok dari Jalan Kepandean...

Tayang:
Editor: Hendra Kusuma
Istimewa/handout
Perang 5 Hari 5 Malam Palembang Bermula dari Pasukan Belanda Mabuk Lewati Batas Garis Demarkasi 

Sementara ditinjau dari segi militer, Pasukan TRI (Tentara Rakyat Indonesia) dan pejuang yang dikonsentrasikan di Kota Palembang merupakan pasukan yang relatif mempunyai persenjataan yang terkuat, jika dibandingkan dengan pasukan-pasukan di luar kota.

Namun pasukan di Palembang justru marah besar dan melakukan perlawanan ketika pasukan Belanda mabuk itu melanggar batas wilayah, sehingga pasukan TRI dan pejuang di Palembang marah besar dan melakukan serangan.

1 januari 1947:RS Charitas Diserang

Perang kemudian dimulai Pertempuran pertama terjadi pada hari Rabu 1 Januari 1947.

Pada hari pertama ini, Belanda melancarkan serangan dan tembakan yang terus menerus diarahkan ke lokasi pasukan RI yang ada di sekitar RS Charitas.

Maka RS Charitas berada di tempat yang strategis karena berada di atas bukit sehingga menjadi basis pertahanan yang baik bagi Belanda.

Kemudian terjadilah tembakan-tembakan, dari RS Charitas terjadi rentetan tembakan disusul oleh ledakan-ledakan dahsyat kearah kedudukan pasukan RI yang bahu-membahu dengan tokoh masyarakat bergerak dari pos di Kebon Duku (24 Ilir-sekarang) mulai dari Jalan Jenderal Sudirman terus melaju kearah Borsumij, Bomyetty Sekanak, BPM, Talang Semut.

2 Januari 1947: Pertahankan Masjid Agung

Belanda sebenarnya dibantu pasukan kuat dan pelengkapan sejarah yang sangat baik dibandingkan pasukan Indonesia di Palembang. Sebab Diperkuat dengan Panser dan Tank Canggih Belanda bermaksud menyerbu dan menduduki markas Tentara Indonesia di Masjid Agung Palembang.

Pasukan Batalyon Geni dibantu oleh Tokoh Masyarakat bahu membahu memperkuat barisan mengobarkan semangat jihad yang akhirnya dapat berhasil mempertahankan Masjid Agung dari serangan sporadis Belanda.

Pasukan bantuan Belanda dari Talang Betutu gagal menuju Masjid Agung karena disergap oleh pasukan Lettu Wahid Luddien sedangkan pada hari kedua Lettu Soerodjo tewas ketika menyerbu Javache Bank.

Di Seberang Ulu Lettu Raden M menyerbu kedudukan strategis belanda di Bagus Kuning dan berhasil mendudukinya untuk sementara. Bertepatan dengan masuknya pasukan bantuan kita dari Resimen XVII Prabumulih.

3 Januari 1947: Lettu Ahmad Rivai Tewas

Perang 5 Hari 5 Malam Palembang Bermula dari  Pasukan Belanda Mabuk Lewati Batas Garis Demarkasi
Perang 5 Hari 5 Malam Palembang Bermula dari Pasukan Belanda Mabuk Lewati Batas Garis Demarkasi (Istimewa/handout)

Namun, dari pihak pasukan pejuang di Palembang, pertempuran yang semakin sengit kembali memakan korban perwira penting Lettu Ahmad Rivai yang tewas terkena meriam kapal perang belanda di Sungai Seruju.

Namun, pasukan di Palembang tetap berjuang keras, sehingga Keberhasilan gemilang diraih oleh Batalyon Geni pimpinan Letda Ali Usman yang sukses menghancurkan Tiga Regu Kaveleri Gajah Merah Belanda. Meskipun Letda Ali Usman terluka parah pada lengan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved