Ditinggalkan Suami Tanpa Alasan Jelas, Wanita di NTT Ini Berhasil Berjuang Lahirkan Anak Kembar 3

Meskipun ditinggal sang suami tanpa alasan yang jelas, seorang wanita di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) melahirkan tiga bayi kembar.

Editor: adi kurniawan
miraclebaby.co.uk
Ilustrasi bayi. 

saat usia kehamilan tiga bulan," ungkap Efi kepada sejumlah wartawan, Minggu (9/8/2020).

Meski begitu, Efi mengaku bersyukur dan akan fokus membesarkan buah hatinya.

"Tambah tiga ini, anak saya sekarang semuanya ada enam orang," ujar Efi.

Efi yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di salah satu keluarga di Kota Kupang ini, berjanji akan setia merawat semua anak-anaknya.

Dia pun yakin, Tuhan akan membuka jalan dan pintu rezeki bagi dia dan anak-anaknya.

Dihubungi terpisah, Jenny Elizabeth Pally, dokter yang membantu proses persalinan mengatakan, proses melahirkan bayi kembar tiga merupakan perdana dan baru pertama kali terjadi di rumah sakit swasta tersebut.

"Semua berjalan dengan baik tanpa adanya kendala apa pun," ungkap Jenny.

Menurut Jenny, tiga bayi kembar itu mempunyai satu plasenta dengan tiga kantong bayi.

"Kemarin, setelah selesai dioperasi tiga bayi kembar itu langsung rawat gabung sama ibunya di ruang Maternity lantai 6,"ungkap Jenny.

Rencananya, kata Jenny, ibu dan bayi kembar tersebut sudah bisa keluar dari rumah sakit pada Senin (10/8/2020) besok.

tribunnews
BK (tengah), menceritakan kronologi kejadian yang dialami istrinya kepada anggota DPRD Jombang, Sabtu (8/8/2020). DR, istri BK, pada Selasa (4/8/2020), menjalani persalinan tanpa bantuan tenaga medis di RS Pelengkap.(KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍ)

Peristiwa persalinan pasien tanpa bantuan tenaga medis di RS Pelengkap Jombang, Jawa Timur, Selasa (4/8/2020) lalu, mendapat sorotan dari pemerintah daerah setempat.

Pada Selasa, seorang pasien bersalin di rumah sakit tersebut melahirkan anaknya tanpa kehadiran dan bantuan tenaga medis, baik bidan maupun perawat.

Selain melahirkan tanpa bantuan tenaga medis, bayi yang dilahirkan pasien juga meninggal dunia setengah jam setelah lahir.

Bupati Jombang Mundjidah Wahab menyesalkan adanya kejadian itu dan berharap peristiwa serupa tidak terulang.

"Saya sangat menyesalkan kejadian ini dan kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi," kata Mundjidah melalui pesan tertulis kepada Kompas.com.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved