Penjual Buku Bekas di Palembang Menjerit, Sekolah di Rumah Dampak Covid-19 Bikin Sepi Pembeli

Pandemi Covid-19 atau Virus Corona juga berimbas pada penutupan sekolah membuat pedagang buku bekas di pusat penjualan buku bekas.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Refly Permana
sripoku.com/jati
Pembeli mencari buku bekas di pusat penjualan buku bekas di Jl. Cik Agung Kimas No.106, 19 Ilir, Palembang, Kamis (6/8/2020). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pandemi Covid-19 atau Virus Corona juga berimbas pada penutupan sekolah membuat pedagang buku bekas di pusat penjualan buku bekas di Jalan Cik Agung Kimas, No.106, Kelurahan 19 Ilir, Palembang mengalami penurunan penjualan.

Jali, misalnya, pemilik depot buku Belajar mengakui sejak siswa sekolah diwajibkan belajar dari rumah, permintaan buku pelajaran bekas otomatis berkurang.

"Anak sekolah belajar dari rumah jadi pembelian merosot. Jauh sekali merosotnya," ujar Jali, Kamis (6/8/2020).

Terpilih Aklamasi, M Chandra Canangkan Sepak Takraw Jadi Cabor Unggulan

Tak hanya dikarenakan pandemi saja, menurut Jali, penurunan penjualan karena buku ajar yang digunakan hanya berlaku satu tahun.

"Buku yang tahun kemarin keluar tahun ini sudah tidak dipakai lagi," tambah dia.

Saat ini, Jali dan banyak pedagang buku bekas lain di kawasan tersebut hanya mengandalkan penjualan buku-buku umum seperti novel dan non-fiksi lainnya.

Novel dan buku bacaan umum dicari karena harganya yang cukup terjangkau dibanding harga buku baru di toko buku mayor.

Selain itu, kualitas buku pun tergolong masih baik.

Termasuk Seorang Ibu Hamil dan Suaminya, Sudah 3 Penumpang Kecelakaan Speedboat Ditemukan, Sisa 1

"Yang masih banyak dicari itu novel karena masih termasuk buku umum. Bisa dibaca kapan pun," kata Jali.

Di tengah sepinya minat pembeli buku, pedagang buku bekas pun masih mengandalkan penjualan langsung di depot.

Seperti dikatakan pedagang buku lain, Zul, dia tak merambah penjualan daring.

Sebab, selain tak memiliki stok buku yang kemungkinan dicari calon pembeli, dia pun tak memiliki gawai yang bisa mendukung penjualan melalui media sosial atau e-commerce.

"Jualnya di sini saja. Susah karena kita tidak punya stok. Enggak punya HP untuk jualan hp-nya." kata Zul.

BPK Sumsel Bakal Audit SPBE di Prabumulih, Tahap Awal Akan Dilakukan Pengumpulan Informasi

Sekadar tahu, buku bekas yang ditawarkan di pusat penjualan buku bekas ini dipatok mulai dari Rp30 ribu saja.

Calon pembeli tak perlu ragu menawar sebab jika lihai menawar harganya bisa turun cukup lumayan.

Selain sebagai pusat pembelian buku bekas, di kawasan ini pula pemilik depot juga menerima penjualan buku bekas dari pengunjung.

Setiap buku bekas yang jual akan dihargai mulai Rp20 ribu atau sesuai dengan kualitas buku.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved