Breaking News:

Pilkada Serentak 2020, Diperlukan Pihak-Pihak Eksternal Sebagai Pengingat Komitmen Dari Negara

Pada Desember 2020 akan diadakan Pilkada serentak. Menurut Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (​Perludem)

Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Pilkada Serentak 2020 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pada Desember 2020 akan diadakan Pilkada serentak. Menurut Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (​Perludem) Titi Anggraini, Pilkada hebat bisa terwujud kalau pemilihnya juga hebat.

"Pemilih hebat bisa terwujud kalau pemilihnya mendapatkan informasi dan sosialisasi yang memadai dari penyelenggara pemilu dan pihak yang punya otoritas," kata Titi saat Konvensi Pilkada Serentak 2020 se Sumatera secara Virtual yang diadakan Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post, Selasa (28/7/2020).

Menurutnya, suara-suara kritis memang sangat diperlukan agar semua persiapan baik mulai dari sisi teknis, daya dukung regulasi, anggaran, kapasitas petugas dan penjangkauan pemilih bisa berjalan optimal.

"Maka diperlukan pihak-pihak eksternal yang menjadi pengingat atas berbagai komitmen yang diberikan oleh negara dalam hal ini melalui KPU, Pemerintah, DPR dan lain-lain," ungkapnya.

105.852.716 Jiwa Masuk Daftar Penduduk Potensial, Targetkan Tingkat Partisipasi Pemilih 77,5 Persen

Video : Wisata Rizal Camping Ground Pagaralam Tawarkan Wahana Pacu Adrenalin Susuri Sungai Lematang

Ramalan Lengkap 12 Zodiak Keuangan 29 Jul 2020: Cancer Perlu Mengontrol Keuangan Pribadi

Titi mengatakan, ketika mereka memutuskan bahwa Pilkada akan berlangsung bulan Desember 2020. Jadi yang perlu di pastikan regulasi tersedia dengan memadai, tetapi bukan hanya substansinya yang baik melainkan juga harus diterbitkan dengan tepat waktu.

"Karena kalau substansinya baik tapi tidak tepat waktu, tentu penguasaan petugas di lapangan akan tidak maksimal dan masyarakat pun tidak akan tersosialisasi dengan baik dengan aturan-aturan yang ada," cetusnya.

Titi menambahkan, bahwa kapasitas petugas bukan hanya harus pintar dan berintegritas dalam menyelenggarakan aspek teknis bagaiman pemilihan diselenggarakan. Tetapi juga menujukan contoh sebagai promotor protokol kesehatan, karena yang ada didepan saat ini mau tidak mau petugas penyelengaraan pemilu.

"Kalau petugasnya premitif terhadap protokol kesehatan, tidak patuh dan tidak konsisten dalam penggunaan pelindung diri, maka nantinya masyarakat akan sulit percaya bahwa Pilkada kita ini aman dan sehat," ungkapnya.

Untuk itu ia menghimbau, agar petugas penyelengara pemilu jadi promotor kesehatan. Supaya masyarakat percaya Pilkada di Desember 2020 ini aman dan sehat.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved