Breaking News:

Berita Muaraenim

BSB Cabang Muaraenim Bidik UMKM Produktif untuk Disalurkan KUR dengan Bunga Rendah

Sebagai bentuk perhatian kepada pengusaha kecil dan menengah, Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Muaraenim bidik para pelaku UMKM yang produktif

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/Ardani Zuhri
Pimpinan BSB Muaraenim Benny Maryanto Kunjungi para pelaku UMKM pengrajin Batik Kujur, di Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Senin (27/7). 

SRIPOKU.COM,MUARAENIM - Sebagai bentuk perhatian kepada pengusaha kecil dan menengah, Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Muaraenim bidik para pelaku UMKM yang produktif untuk ditawarkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah, di Kelurahan Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muaraenim, Senin (27/7/2020).

"Kita ada program KUR. Dimasa Pandemi ini, kita cari usaha kecil (home industri) yang produktif tetapi butuh modal untuk pengembangan," kata Pimpinan BSB Cabang Muaraenim Benny Maryanto alias Bento.

Menurut Bento panggilan akrabnya, target BSB Cabang Muaraenim untuk menyalurkan KUR untuk pelaku usaha kecil dan menengah sekitar Rp 27 Miliar. Dan sampai saat ini, kita sudah memberikan KUR kepada 520 UMKM. Untul itu kita akan terus mencari para pelaku UMKM yang benar-benar produktif.

" Nanti bantuan KUR-nya akan meningkat seiring pengembaliannya lancar atau tidak. Ini bunganya cukup rendah hanya bagi UMKM," jelasnya tanpa mau menyebut persentasenya.

Menurut salah seorang pengrajin Batik RTY (Rani Tina Yanti) Rani (45) bahwa dirinya bersama dua temannya (Tina dan Yanti) sekitar 1,5 tahun yang lalu mengikuti pelatihan membatik yang diprakarsai PT Bukit Asam melalui program CSR bersama 25 teman-temannya.

Setelah itu, kami dibagi beberapa kelompok, dan salah satunya kelompok RTY. Dan seiring waktu, khususnya kelompoknya telah mandiri dan terus berupaya mengembangkan diri.

Namun kendala saat ini, lanjut Rani adalah faktor modal usaha dan bahan baku, sebab gara-gara biaya Ongkos Kirim (Ongkir) yang harus didatangkan dari Jawa mulai dari bahan baku, pewarnaan, cetakan dan sebagainya sehingga mempengaruhi harga batik menjadi agak mahal.

Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Kematia Pria Wanita Tanpa Busana di Pelabuhan Merak

Terapkan GCG, PUSRI Raih Sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan SNI ISO 37001

Bupati OI Positif Covid-19, Dia Yakin Sembuh dan tidak Mempengaruhi Pencalonannya di Pilkada OI

Kedepan, harapannya selain bisa mendapatkan modal usaha, juga ada perusahaan atau sejenisnya yang menjual bahan bakunya di Tanjung Enim dalam partai besar sehingga bisa menekan biaya dan akhirnya harga Batik akan menjadi murah dan bisa dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Saya bagian desain dan finishing. Kalau teman saya ada yang membatik dan lainnya," ujarnya.

Hal senada juga dikatakan salah satu pengrajin Batik di Tanjung Enim, Mayar Rizki, bahwa semenjak dirinya menjadi pengrajin Batik cukup lumayan membantu perekonomian keluarganya dan merasa sangat terbantu sekali.

Bahkan kadang-kadang dirinya sempat kewalahan jika ada pesanan dari masyarakat terutama dalam partai besar. Untuk motif Batik Kujur bermacam-macam ada motif Padi, Kopi, Tengkiang, Bunga Tanjung, dan sebagainya tergantung keinginan dan pesanan. Untuk pola sebagian besar ia buat sendiri dari ide-idenya kemudian dituangkan dalam cetakan.

Untuk cetakan ada yang dari Kuningan yang dipesan dari Pekalongan, namun ada yang buat sendiri dari kertas daur ulang bekas kotak kue atau nasi. Untuk Batik yang paling mahal adalah Batik Alami yakni Batik yang pewarnaannya asli dari tanaman dan buah seperti kulit Manggis, Jengkol dan sebagainya, karena warna yang dihasilkan tidak akan sama hasilnya dan tidak luntur.

Kalau untuk harganya paling murah Rp 500 ribu perkain, bahkan ada yang sampai puluhan juta rupiah, tergantung hasil perwarnaan, kain yang digunakan, motif dan lain-lain.

"Alhamdulilah sudah ikut pameran dan berbagai kegiatan lainnya. Dan kedepan inginnya terus berkembang lebih besar lagi," harapnya.(ari)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved