Gara-gara Omongan Ini, Bupati Sumba Laporkan Ketua DPRD dan Akun Facebook ke Polisi

Bupati Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Gidion Mbilijora melaporkan Ketua DPRDR Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq.

Editor: Yandi Triansyah
KOMPAS.com/IGNASIUS SARA
Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora menunjukkan surat laporan polisi atas dugaan pencemaran nama baik terhadap dirinya oleh ketua DPRD Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (18/7/2019). (KOMPAS.com/IGNASIUS SARA ) 

SRIPOKU.COM -- Bupati Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Gidion Mbilijora melaporkan Ketua DPRDR Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq.

Selain Ketua DPRD, bupati juga melaporkan pemilik akun Facebook Relawan ULP-YHW ke Polres Sumba Timur.

Laporan tersebut buntut dari perkataan Ali Oemar yang menyebut Gidion tidak berkomitmen dan sampah.

Sedangkan akun facebook yang dilaporkan, karena ada sat bersamaan menayangkan siaran langsung pidato atau orasi dari Ali Oemar Fadaq tersebut.

Laporan dilakukan pada Selasa (14/7/2020) dengan dugaan tindak pencemaran nama baik dan fitnah.

Hanya Butuh Waktu 30 Detik, Bagi Seorang Bocah Usia 10 Tahun Curi Uang Rp 197 Juta di Bank

 

Jadwal TVRI Belajar dari Rumah Senin 20 Juli 2020 untuk PAUD, SD, SMP dan SMA Link Live TVRI di Sini

Kejadian tersebut berasal saat Ketua DPRD melakukan sosialisasi calon bupati dan calon wakil bupati Sumba Timur dari Partai Golkar pada 1 Juli 2020.

Sosialisasi dilakukan di Desa Kaliuda, Kecamatan Pahungan Lodu, Kabupaten Sumba Timur.

Saat itu Ali menyebut Gidion tidak berkomitmen dan sampah.

“Dalam pernyataannya, Ali Oemar Fadaq menyebut, saya tidak berkomitmen dan sampah.

Saya menekan para camat dan kepala desa untuk tidak mendukung salah satu paket di Pilkada Sumba Timur 2020. Ini pemfitnahan yang luar biasa,” kata Gidion, seperti dikutip dari Kompas.com.

Akhlak Ayu Ting Ting Terbongkar, Begini Sikapnya Saat Tamu Berkunjung, Sosok Ini Membongkar

 

Chord Lagu Noah - Kala Cinta Menggoda (Cover), Lengkap Lirik, Video Klip & Kunci Gitar Dasar

Ia menyebut semua tudingan dari Ali Oemar Fadaq yang mengarah kepada dirinya adalah pembohongan publik, pencemaran nama baik, dan pemfitnahan.

“Saya meminta beliau untuk membuktikan semua tudingannya dalam pemeriksaan di kepolisian nanti," tegas Gidion.

Tak hanya melaporkan Ketua DPRD Sumba Timur.

Gidon juga laporkan pemilik akun Facebook Relawan ULP-YHW ke Polres Sumba Timur.

“Akun Facebook Relawan ULP-YHW melakukan siaran langsung pidato atau orasi dari Ali Oemar Fadaq yang mencemarkan nama baik saya," ujar Gidion.

Pengacara Gidion, Matius Remijawa mengatakan, dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat 3 UU ITE dan diancam pidana dalam Pasal 45 ayat 3 UU ITE dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara.

Seekor Sapi Diajak Bermain Sepakbola, Berhasil Giring Bola Lewati Pemain Manusia, Ini Aksinya!

 

Siap-siap Lebaran, Ini Resep Ketupat Anti Gagal Dijamin Pulen, Cocok Disantap Saat Kumpul Keluarga

Laporan itu diterima petugas SPKT II Polres Sumba Timur, Briptu Ronaldus Ama Kii, dengan nomor, LP/112/VII/Res. 1.18/2020/NTT/Res ST.

“Mengacu pada KUHP, tindak pidana pemfitnahan diancam pidana paling lama 4 tahun penjara sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 311 KUHP," papar Matius, yang didampingi rekannya Raymond Letidjawa.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Ignasius Sara | Editor: Robertus Belarminus)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved