Tidak Merokok Tetap Berisiko Terkena Kanker Paru-paru, Kok Bisa?
Melansir laman cancer.org, sekitar 80 persen kematian akibat kanker paru-paru di dunia dipicu oleh kebiasaan merokok.
Kendati tidak semua kanker paru-paru dapat dicegah, kita dapat mengambil beberapa langkah untuk menurunkan risiko.
Pertama, berhenti merokok jika kita seorang perokok, karena manfaatnya melampaui perubahan eksternal.
Sebagai contoh, jika kita berhenti merokok selama 10 tahun, risiko kematian akibat kanker paru-paru adalah sekitar setengah dari mereka yang masih menjadi perokok.
Pola makan yang sehat juga penting untuk menjaga berat badan sekaligus mengurangi risiko kanker paru-paru.
Terakhir, kurangi paparan bahan kimia seperti asbes dan radon (gas radioaktif yang diproduksi alami saat uranium, thorium, dan radium terurai di tanah, bebatuan, dan air).
Penelitian kanker paru-paru masih membutuhkan dukungan keuangan dan advokasi, agar dapat menemukan obat yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut.
"Saya akan mendorong para penyintas, terutama mereka yang tidak pernah merokok, untuk mengadvokasi penelitian kanker paru-paru dan memberi tahu orang bahwa ada kemajuan," kata Dr. Pennell.
"Kita perlu menyampaikan berita tentang betapa pentingnya hal ini bagi semua orang, bukan hanya mereka yang merokok." (health.clevelandclinic.org)
Penulis: Gading Perkasa
Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://lifestyle.kompas.com/ dengan Judul:
Tak Merokok Tetap Berisiko Terkena Kanker Paru, Kok Bisa?
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-tidak-merokok_20180517_103920.jpg)