Meski Ringan, Jangan Pernah Anggap Sepele Nyeri Dada
Nyeri dada yang tiba-tiba muncul membutuhkan evaluasi oleh dokter. Jika rasa sakitnya parah, itu berarti kamu harus segera mencari perawatan medis.
SRIPOKU.COM - Tidak semua nyeri dada sama, tetapi semua nyeri dada tidak boleh diabaikan - terutama jika itu persisten, berulang atau bahkan parah.
Nyeri dada yang tiba-tiba muncul membutuhkan evaluasi oleh dokter. Jika rasa sakitnya parah, itu berarti kamu harus segera mencari perawatan medis.
Begitupun jika nyeri dada tidak parah, perawatan darurat diperlukan jika rasa sakit terus-menerus atau dada terasa nyeri seperti diremas.
• Sempat Alami Nyeri Dada dan Perut, Pengacara Yang Cukup Terkenal Haposan Sihombing Meninggal
• Ramalan Bintang Keuangan Rabu 1 Juli 2020: Pisces Waktu Tepat Menyelesaikan Masalah yang Tertunda
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Bahkan, menurut Harvard Medical School, rasa sakit terus-menerus atau tekanan di dada bisa menjadi gejala darurat Covid-19.
Sehingga, penting untuk mencari bantuan medis segera jika kamu mengalami ketidaknyamanan di bagian dada selama pandemi ini. Lebih baik mengetahui penyebabnya, daripada tetap dalam kegelapan.
"Infeksi Covid-19 atau infeksi dada lainnya, seperti radang paru-paru, kadang-kadang dapat meniru serangan jantung dalam hal nyeri dada dan masalah pernapasan," kata ahli jantung di Singapura, Dr. Peter Ting.
"Secara statistik, orang muda lebih rendah kemungkinannya mengembangkan penyakit jantung koroner dibandingkan dengan orang yang berusia lebih tua, karena itu adalah penyakit degeneratif."
"Namun, kita melihat lebih banyak usia 20-an sampai 30-an mengalami serangan jantung karena peningkatan faktor risiko seperti merokok, stres, tidak cukup tidur, dan olahraga terlalu berlebihan," imbuhnya.
Penyakit lain yang kurang mengancam jiwa tetapi sama-sama mengkhawatirkan, dapat termasuk radang kerongkongan, tulang rusuk, kantung empedu, dan epigastrium (perut bagian atas).
Dan jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
Nyeri dada sering disalahartikan
Menurut Dr Ting, yang juga Direktur Medis di StarMed Specialist Center, Singapura, masalah yang berhubungan dengan jantung sering tumpang tindih dengan masalah refluks gastroesofagus atau GERD.
Penyataan senada juga disampaikan oleh Dr Shanker Pasupathy, spesialis gastrointestinal. Menurutnya, nyeri dada hanya merupakan lokasi rasa sakit. Gejala sakit ini sering disalahartikan karena posisi organ yang berdekatan.
“Saya telah melihat orang-orang yang mengalami nyeri di daerah dada menganggapnya sebagai masalah perut, tapi ternyata itu adalah gejala dari masalah jantung,” katanya.