Ibu Rumah Tangga di Plaju Palembang Ini Dikeroyok Tetangga Saat Akan Jemput Anak yang Berkelahi

seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan dua tetangganya, Jum'at (26/6/2020).

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi pengeroyokan 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Niat ingin memisahkan anaknya yang sedang berkelahi, seorang ibu rumah tangga di Kelurahan Bagus Kuning, Kecamatan Plaju menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan dua tetangganya, Jum'at (26/6/2020) pukul 19.00.

"Pada saat itu, saya melihat anak saya sedang berkelahi dengan tetangga saya, kemudian saya datang untuk memisahkan sekalian mengajak anak saya pulang ke rumah," ujarnya, Sabtu (27/6/2020).

Kemudian saat korban datang tiba-tiba ada dua orang wanita yang merupakan tetangga korban mencoba menghalangi.

Video: Kiper Rudi Nurdin Rajak Nyebrang ke Ternate Gabung Latihan Teman Lama

"Saya kaget tiba-tiba dua perempuan yang masih tetangga saya langsung menghalangi dan memukul saya, saya sempat membalas namun tidak begitu kuat.

Akibat perbuatan dua tetangga itu, saya mengalami luka lecet di bagian wajah, bibir pecah, tangan sebelah kanan lecet dan sekujur badan sakit," katanya.

Diketahui dua pelaku pengeroyokan terhadap anaknya bukan merupakan keluarga dari pengeroyokan terhadap korban.

"Padahal dua pelaku yang mengeroyok anak saya dan dua pelaku yang memukul saya bukan merupakan keluarga, tapi yang saya heran kenapa yang memukul saya tadi membela yang mengeroyok anak saya," bebernya.

Anak korban masih kecil dan berumur tujuh tahun.

Ramalan Bintang Cinta Minggu 28 Juni 2020: Scorpio akan Memaafkan Kesalahan Kekasihnya di Masa Lalu

"Anak saya laki-laki dan masih sangat kecil, namun yang melakukan pengeroyokan terhadap anak saya dua wanita yang masih duduk di bangku SMP dan SMA.

Saya juga tidak begitu tahu apa masalahnya, yang jelas pada saat itu saya cuma mau menjemput anak saya untuk mengajaknya pulang ke rumah," ungkapnya.

Setelah kajadian tersebut korban langsung pulang ke rumah mengajak anaknya.

"Pada saat kejadian untung ada yang memisahkan sehingga saya dan anak saya bisa pulang, saya tidak terima menjadi korban pengeroyokan lantas saya memutuskan membuat laporan di SPKT Polrestabes Palembang untuk membuat laporan polisi, dan berharap pelaku dapat bertanggungjawab," tutupnya.

Sementara itu, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan pengeroyokan yang dialami korban.

"Laporan korban sudah diterima anggota piket kita, selanjutnya laporan korban akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang," tutupnya.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved