India Desak Rusia Percepat Kirim Rudal
India Desak Rusia Percepat Pengiriman Rudal S-400 yang Dipesan
India ambil langkah antisipsi kemungkinan terburuk dari konflik dengan China meminta Rusia agar mempercepat pengiriman pesanan Rudal S-400.
SRIPOKU.COM—India ambil langkah antisipsi kemungkinan terburuk dari konflik dengan China meminta Rusia agar mempercepat pengiriman pesanan Rudal S-400.
Mengutip Intisari-Online.com yang menjelaskan masalah yang sengketa antara India dan China terus berlanjut.
Setelah bentrokan yang sebabkan kematian 20 tentara India, hubungan kedua tak kunjung membaik.
Apalagi itu merupakan bentrokan terburuk dalam beberapa dasawarsa pada pekan lalu.
Bahkan ketika dilaporkan kedua perwakilan sudah bertemu dan berdamai, nyatanya tidak begitu membantu.
Sebab, baik China maupun India malah memperkuat pertahanan militernya di sepanjang perbatasan Himalaya yang disengketakan.
Melansir South China Morning Post yang mengutip laporan media lokal, pada saat ketegangan berpotensi memanas, Menteri Pertahanan India Rajnath Singh memanfaatkan waktu kunjungan ke Moskow pada minggu ini untuk mendesak Rusia - pemasok senjata terbesar negara itu - mempercepat pengiriman sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumph yang kuat.
Menurut pengamat, dikombinasikan dengan pesawat India yang dirancang untuk pertempuran di ketinggian, sistem pertahanan dapat menimbulkan ancaman bagi militer China.
India seharusnya dijadwalkan menerima pengiriman sistem rudal bernilai 5,2 miliar US Dollar pada Desember 2021.

Akan tetapi, hal ini harus tertunda karena pandemi virus corona.
Data yang dihimpun South China Morning Post menunjukkan, baik China maupun India memiliki sistem S-300, yakni versi S-400 yang lebih awal dan lebih rendah.
Akan tetapi, China sudah memiliki sistem pertahanan udara S-400, dengan pengiriman terakhir pada akhir 2018.
Menurut Collin Koh, seorang peneliti dari Sekolah Studi Internasional S Rajaratnam di Universitas Teknologi Nanyang Singapura, meningkatnya ketegangan antara China dan India mengenai sengketa perbatasan telah mendorong New Delhi untuk meningkatkan pertahanan udara demi menyamai Beijing.
Moskow mengklaim S-400 adalah sistem pertahanan udara mutakhir yang dapat mendeteksi dan menembak sasaran termasuk rudal balistik, jet musuh dan drone hingga sejauh 600 km (373 mil), pada ketinggian antara 10 meter dan 27 km.
China telah memperluas gudang senjatanya di perbatasan sejak Doklam berselisih.