Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

29 Santri Salah Satu Ponpes di Pagaralam Negatif Covid-19 Pasca Tes Swab

Dari hasil tracking yang dilakukan ada 29 warga pesantren tersebut dinyatakan pernah kontak dengan pasien tersebut.

sripoku.com/wawan
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pagaralam, Samsul Bahri Burlian saat menyampaikan hasil swab tes santri Ponpes Izzul Quran Pagaralam. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Adanya santri pondok pesantren di Pagaralam yang dinyatakan positif Covid-19 atau Virus Corona berdasarkan hasil tes swab beberapa waktu yang lalu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pagaralam langsung gerak cepat melakukan tracking kontak erat.

Dari hasil tracking yang dilakukan ada 29 warga pesantren tersebut dinyatakan pernah kontak dengan pasien tersebut.

Ke 29 orang tersebut langsung dilakukan tes swab oleh tim gugus tugas.

Kuatkan Diri Pasca Gugat Cerai Zumi Zola, Sherrin Tharia Isyaratkan Badai Menerjang: Semua Akan Baik

"Ada 29 orang yang pernah kontak dengan pasien tersebut jadi semuanya kita lakukan tes swab test dan sempel swab kita kirim pada 23 Juni 2020 lalu ke Palembang," ujarnya.

Hasil tes swab ke 29 santri yang kontak erat dengan santri positif tersebut sudah keluar dan hasilnya semua santri dinyatakan negatif terpapar Virus Corona atau Covid-19.

"Kita sudah mendapatkan hasil tes swab dan hasilnya alhamdulillah negatif semua," katanya.

Meskipun hasil tes swab sudah dinyatakan negatif, namun ke 29 santri itu tetap diminta untuk dikarantina selama 14 hari.

Berita sebelumnya, seorang santri di Pagaralam dinyatakan positif Covid-19 ini didapat setelah tim gugus tugas beberapa hari lalu melakukan rapid  test di sekretariat DPRD Kota Pagaralam dan salat satu pondok pesantren yang ada di Pagaralam.

Tes Kepribadian: Tempat Paling Menyeramkan, Karakter & Apa yang Kamu Cari Selama Ini akan Terungkap

Dari hasil rapid test yang dilakukan didapati ada satu ASN dari DPRD yang reaktif rapid test dan satu santri yang juga reaktif rapid test.

"Untuk hasil reaktif dua orang tersebut gugus tugas langsung mengambil sempel cairan yang bersangkutan untuk dilakukan swab test. Sempel yang ada langsung dikirim ke rumah sakit di Muaraenim," ujarnya.

Dan pada Jumat (19/6/2020) hasil swab keduanya sudah keluar dan hasilnya yaitu ASN DPRD Pagaralam dinyatakan negatif namun santri pondok pesantren hasil swabnya positif.

"Santri pondok pesantren hasilnya positif dan langsung dijemput oleh tim Gugus Tugas untuk mendapatkan perawatan," katanya.

Tim Gugus tugas juga langsung menutup sementara pondok pesantren tersebut sebagai langkah antisipasi.

"Semua santri dan pegawai di pesantren tersebut kita minta untuk diisolasi selama 14 hari hal ini sebagai langkah pencegahan," tegas Samsul.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved