Women Crisis Center Sebut Konseling Daring Kekerasan Terhadap Perempuan di Sumsel Meningkat

peningkatan layanan konsultasi tersebut karena sejak Maret layanan tatap muka dihentikan sementara dan baru kembali dimulai pada Mei lalu.

SHUTTERSTOCK/JIRIS
Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Women Crisis Center Palembang mencatat selama masa pandemi Covid-19 atau pada rentang Mei hingga pertengahan Juni 2020 terjadi peningkatan layanan konsultasi yang siginifikan dari perempuan korban kekerasan di Palembang.

Direktur Eksekutif Women Crisis Center Palembang, Yeni Roslaini Izi, menyebutkan peningkatan layanan konsultasi tersebut karena sejak Maret layanan tatap muka dihentikan sementara dan baru kembali dimulai pada Mei lalu.

"Selama bulan Maret sampai April tidak melakukan layanan konsultasi tatap muka tetapi untuk urgent misalnya karena ada korban perkosaan kita jemput bola.

Kita mendatangi korban, tempat psikolog atau tempat yang disepakati bersama," ujar Yeni, Rabu (24/6/2020).

Gugat Cerai Zumi Zola Saat Masih di Penjara, Sherrin Tharia Matikan Kolom Komentar

Tak Ingin Ada Banjir Lagi di Kelurahan Sungai Buah, Pemkot Palembang Tambah Satu Lagi Kolam Retensi

Kabar Baik! OTG Sangat Kecil Kemungkinan untuk Menularkan Virus Corona atau Covid-19 ke Orang Lain

Dia mengatakan, meski angka layanan konseling mengalami peningkatan jumlah aduan tidak lebih banyak dari biasanya karena secara organisasi Women Crisis Center membatasi pelayanan tatap muka pada masa awal pandemi.

Selama masa pandemi pun tidak ada peningkatan laporan kekerasan terhadap perempuan yang signifikan karena memang masalah rumah tangga dianggap sebagai masalah pribadi.

Hanya saja, menurut Yeni, dari laporan kelompok perempuan akar rumput yang menjadi mitra Women Crisis Center hanya diketahui adanya kejadian kekerasan dan tidak dilaporkan.

Biasanya laporan kekerasan yang diterima Women Crisis Center Palembang yakni 15-20 kasus seluruh kekerasan terhadap perempuan yakni kekerasan seksual, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Kekerasan Dalam Berpacaran (KDRP).

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved