Belajar Di Rumah, Pendidikan Yang Sebenarnya
Suka tidak suka, pandemic Covid-19 yang mewabah beberapa bulan terakhir telah membawa pengaruh sangat signifikan pada sistem dunia pendidikan.
Oleh : Fatti Rina Hariani, S.Pd.I
Penulis adalah Guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 22 Palembang
Suka tidak suka, pandemic Covid-19 yang mewabah beberapa bulan terakhir telah membawa pengaruh sangat signifikan pada sistem dunia pendidikan.
Sebaik apapun sistem pembelajaran ‘daring’ dilakukan, ternyata tidak bisa menggantikan efektifitas dan efisiensi sistem pembelajaran face to face di sekolah.
Belajar di rumah memaksa para orangtua menjadi guru serba bisa untuk anak-anaknya di semua mata pelajaran.
Tidak sedikit dari mereka yang stress lalu mengatakan ‘terserah’ untuk pembelajaran anak-anaknya di rumah.
Selama ini, para orangtua menganggap bahwa pendidikan adalah tugas guru semata-mata.
Sementara tugas orangtua hanya mengantar atau menjemput mereka di sekolah.
Padahal belajar di rumah adalah pendidikan yang sebenarnya.
Dalam persektif pendidikan Islam, orang tua mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan tumbuh kembang kepribadian anak.
Bahkan hitam putih yang mewarnai kepribadian anak justru ditentukan oleh kedua orangtuanya.
Rasulullah SAW pernah mengatakan : “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, orangtuanyalah yang menjadikannya yahudi, nashrani atau majusi” (HR. Al-Bukhari).
Pesan ini makin menguatkan bahwa tumbuh kembang anak tidak dapat dilepaskan dari peran kedua orangtua.
Oleh karena itu, keberadaan orangtua yang selalu bersama anak-anaknya, menyaksikan setiap menit pertumbuhan dan perkembangannya akan membawa pengaruh yang sangat baik bagi mereka.
Berbeda dengan kondisi yang sebaliknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/fatti-rina.jpg)