Tak Perlu Beli di Luar Negeri, Universitas Indonesia Sudah Ciptakan Ventilator Untuk Pasien Covid-19

Tim Ventilator Universitas Indonesia saat ini sedang menyelesaikan tahap akhir produksi pertama sebanyak 200 unit untuk didistribusikan ke rumah sakit

Tribunnews
Dr Basari saat mendemonstrasikan cara pakai Ventilator transport lokal (Covent-20) yang dikembangkan Tim Ventilator Universitas Indonesia (UI) di Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Produksi COVENT-20 dilakukan sesuai standar produksi alat kesehatan, Alat tersebut juga akan didistribusikan ke rumah sakit rujukan Covid-19 dan Rumah Sakit Darurat Covid-19 yang menangani pasien terinfeksi virus corona. Tribunnews/Jeprima 

SRIPOKU.COM -- Sekarang Indonesia tak perlu lagi jauh-jauh membeli alat untuk pasien Covid-19 di luar negeri. 

Tim Ventilator Universitas Indonesia saat ini sedang menyelesaikan tahap akhir produksi pertama sebanyak 200 unit untuk didistribusikan ke rumah sakit rujukan Covid-19 dan rumah sakit darurat.

Produksi menggandeng beberapa mitra industri menggunakan dana dari hasil penggalangan donasi terhadap beberapa perusahaan dan komunitas di bawah koordinasi Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (ILUNI FTUI).

Ventilator bernama COVENT-20 atau Covid Ventilator 2020 siap dipakai untuk rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien positif Covid-19 atau Virus Corona.

Ventilator Transport COVENT-20 yang dikembangkan oleh Tim Ventilator Universitas Indonesia telah dinyatakan lulus uji klinis oleh Kementerian Kesehatan RI, pada Senin 15 Juni 2020. Uji klinis dilakukan terhadap kedua mode ventilasi, CMV (Continuous Mandatory Ventilation) dan CPAP (Continuous Positive Airway Pressure).

Petani Karet di OKI Rindukan Harga Jual Bisa Kembali Normal, Pemasukan Kami Cuma dari Getah Karet

Lowongan Pekerjaan 2020 Kimia Farma, Ada 5 Posisi, Pendaftaran Dibuka Sampai 21 Juni

Masyarakat Minta DLH Transparansi Mengeluarkan Hasil Pemeriksaan Laboratorium Terkait Limbah PT BAP

Dekan Fakultas Teknik UI, Hendri D.S. Budiono mengatakan biaya produksi untuk membuat COVENT-20 tak mencapai seratusan juta rupiah.

Menurutnya, harganya sangat jauh lebih murah dibandingkan ventilator yang dibeli dari luar negeri.

"Ini harga kemanusiaan dan kita tidak mencari profit. Karena ini demi kemanusiaan. Kita juga mencari donatur, saat ini sudah 250 donatur. Biaya produksinya hanya Rp 25 juta," ujar Hendri kepada Tribun Network.

Proses pembuatan Covid-19 hanya memakan waktu 1,5 bulan. Dibuat pada 20 Maret 2020, beberapa pekan setelah pemerintah mengumumkan adanya pasien positif corona pertama kali di Indonesia.

Menurut Hendri, Indonesia membutuhkan 8.000 ventilator. Namun, saat itu hanya ada sekira 2.200 ventilator di Indonesia. Atas dasar itu, mereka Tim COVENT-20 , yang terdiri dari 20 orang, termasuk dosen dan mahasiswa UI bergerak untuk membuat ventilator. Hasilnya pun memuaskan dan sudah dapat digunakan.

Halaman
12
Editor: adi kurniawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved