Korut Kirim Senjata Militer ke Perbatasan Ancam Korsel, Perang Besar Bisa Meletus?

Kawasan Asia makin memanas, selain konflik China-India, AS-China di Laut China Selain, Semenanjuk Korea pun makin mengkhawatirkan.

Editor: Salman Rasyidin
24h
Foto latihan artileri terbesar Korea Utara pada tahun 2017, yang disebut Show  of Force 

SRIPOKU. COM - Kawasan Asia makin memanas, selain konflik China-India, AS dan China di Laut China Selatan, Semenanjung Korea pun makin mengkhawatirkan.

Melansir Intisari-online.com yang sudah mewanti-wanti kekhawatiran tentang  bentrokan China dan India saat ini mungkin sudah membuat dunia ketar-ketir.

Namun, ada hal yang tampaknya lebih mengkhawatirkan lagi, yaitu konfirk dua bersaudara Korea Utara dan Korea Selatan yang tampaknya semakin memanas.

Menurut Yonhap, Departemen Staf Umum Tentara Rakyat Korea Utara secara terbuka mengumumkan niatnya untuk mengggempur negeri ginseng.

Mereka mengirim pasukan tingkat resimen ke kawasan industri Kaesong di perbatasan barat dan resor pegunungan Kumgang di perbatasan timur dengan Korsel.

Di tingkat resmien, Korea Utara memiliki sekitar 2.000 tentara.

Kekuatan-kekuatan ini tidak hanya dimobilisasi semata, tetapi akan dijamin daya tembaknya dengan kombinasi senjata self-propelled dan roket multilaras.

Opsi yang paling mungkin adalah tentara Korea Utara yang membawa senjata kaliber 170mm dan kompleks roket multi-barel 240mm ke kawasan industri Kaesong.

Penembak self-propelled Korea Utara 170mm dapat menembakkan 2 tembakan per menit kisaran 54 km, yang sangat cocok mengancam Korsel.

Kompleks roket multi-laras dapat menembakkan 40 rudal per menit, dengan jangkauan 60 km bahkan lebih.

"Ini adalah senjata konvensional menggunakan peluncur portabel, sehingga sulit dideteksi," kata Shin Jong-Woo, seorang analis militer Korsel.

"Setelah ditembakkan dalam jumlah besar, senjata ini akan menciptakan serangan pendahuluan kejutan," tambahnya

Kaesong berjarak 40 km dari Seoul, sebelum pendirian kawasan insdustri Kaesong, Korut memiliki divisi brigade artileri ke-6, 64 dan 62 yang ditempatkan di daerah tersebut.

Hari ini, Kamis (18/6/2020), pasukan ini telah mundur ke wilayah Korea Utara sekitar 16 km, Brigade ke-62 dilengkapi dengan meriam 170mm dan peluncur 240mm.

Divisi ke-6 adalah kekuatan utama yang memasuki Seoul selama Perang Korea (1950-1953).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved