Penggali Selokan Temukan Gudang Emas
Saat Penggali Selokan Temukan 'Jalan Rahasia' ke Gudang Emas, Diganjar 800 Poundsterling
Meski tugas seseorang tidak populer dimata orang banyak, namun sikap jujur masih terselib dalam sanubarinya.
SRIPOKU.COM – Meski tugas seseorang tidak populer dimata orang banyak, namun sikap jujur masih terselib dalam sanubarinya.
Seperti yang dirilis Intisari-online.com dengan mengajukan pertanyaan-pernahkah Anda membayangkan tentang harta karun, di mana emas bertumpuk-tumpuk tersimpan di dalamnya.
Kedengarannya hal tersebut menarik, namun terkadang kita juga harus berhati-hati ketika menemukan benda-benda semacam ini.
Karena bisa saja itu adalah milik seseorang yang masih hidup atau milik orang banyak.
Sama halnya dengan kisah seorang penggali selokan ini, yang menemukan gudang emas terbesar di dunia. Melihat harta di depan mata pria ini memilih tidak mengambilnya.
Seperti dilansir dari Historical Post, kisahnya terjadi pada tahun 1836, ketika seorang pekerja selokan secara tidak sengaja menemukan celah rahasia menuju gudang emas terbesar di dunia.
Pria tersebut tidak disebutkan namanya dan identitasnya tidak disebutkan hingga kini.
Namun, kisah tentang penemuan ini dikonfirmasi oleh pihak Bank of England, yang merupakan gudang emas terbesar di dunia yang terletak di London, Inggris.
Kisahnya bermula ketika pekerja selokan tersebut masuk ke dalam gorong-gorong bawah tanah di bawah kota London, tahun 1836.
Sebagai tukang selokan tugasnya adalah, memeriksa perbaikan rutin yang ada di dalam gorong-gorong.
Namun, ketika dia menyusuri seluruh gorong-gorong, pria itu menemukan celah rahasia yang tak pernah disangkanya.
Historicalpost
Ilustrasi - foto gorong-gorong
Dia menemukan bahwa celah tersebut mengarah ke sumber kekayaan terbesar di kota tersebut, yang tak lain adalah gudang emas milik Bank of England.
Setelah itu, dengan baik hati tukang selokan ini mengirim surat kepada pihak bank tentang temuannya itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/gudang1-emas.jpg)